Sleman Dukung Indonesia Eliminasi TBC Tahun 2030

Pemkab Sleman telah menerapkan sejumlah strategi pencegahan, deteksi dan pengobatan TB

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo 

Oleh Bupati Sleman

Kustini Sri Purnomo

 

PENYAKIT Tuberkulosis atau sering disebut sebagai Penyakit TBC atau TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.

Penyakit ini umumnya menyerang organ paru – paru, namun dapat juga menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, selaput otak, tulang, perut yang sering disebut sebagai TB ekstra paru.

Indonesia masih menjadi negara dengan beban penyakit Tuberkulosis (TBC) terbesar ketiga di dunia setelah China, dengan estimasi 824.000 jumlah kasus dan hanya 47 persen kasus yang terlaporkan (Global TB Report 2021, WHO).

Selain itu, data Kementerian Kesehatan RI juga menunjukkan bahwa cakupan pengobatan TBC secara nasional mengalami penurunan dari 67 persen di tahun 2019 menjadi 42 persen di tahun 2020.

Ditambah pandemi COVID-19 melanda 2 tahun terakhir yang menyebabkan upaya penanggulangan TBC berbasis masyarakat mengalami hambatan yang signifikan.

Di Kabupaten Sleman, TBC menjadi salah satu masalah kesehatan yang masih belum dapat dituntaskan.

Sebagai Kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di DIY yaitu 1.089.365 jiwa, realisasi penemuan kasus dan pengobatan TBC pada tahun 2021 di Kabupaten Sleman baru mencapai 983 kasus, lebih rendah dari target Kementerian Kesehatan yaitu sebesar 2.546 kasus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved