Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Siswa MI Bulurejo Magelang yang Diduga Keracunan Jajanan Telah Diizinkan Pulang dari Rumah Sakit

"Benar, sudah dipulangkan kemarin (21/09/2022) yakni sekitar pukul 17.30 WIB sore. Baik yang dirawat di RSUD Tidar maupun RS Harapan. Kemarin, sempat

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Suasana MI Bulurejo Magelang pasca kejadian kasus dugaan keracunan jajanan pada siswa, Rabu (22/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Seluruh siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif Bulurejo,Dusun Nepak, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang yang diduga keracunan jajanan sudah diizinkan pulang dari rumah sakit sejak sore kemarin, Selasa (21/09/2022).

Sebelumnya, sebanyak 38 siswa MI tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi jajajan yang dijual di sekitar sekolah.

Adapun, 17 siswa dilakukan perawatan di RSUD Tidar Kota Magelang dan 21 siswa dirawat di RS Harapan Kota Magelang.

Baca juga: Polres Sleman Musnahkan 9,9 Kilogram Sabu dari Jaringan Internasional

"Benar, sudah dipulangkan kemarin (21/09/2022) yakni sekitar pukul 17.30 WIB sore. Baik yang dirawat di RSUD Tidar maupun RS Harapan. Kemarin, sempat 4 siswa diminta untuk dirawat inap di RSUD Tidar namun karena keadaan memungkinkan untuk pulang maka diizinkan pulang, namun tetap dalam pengawasan pihak rumah sakit," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Magelang, Mimin Triyanti saat dikonfirmasi pada Rabu (22/09/2022).

Terpisah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kemahasiswaan, Trihandayani membenarkan bahwa seluruh siswa yang diduga keracunan jajanan itu sudah pulang dari rumah sakit.

"Benar semua sudah pulang (dari rumah sakit), sementara sekolah tetap berjalan kondusif. Namun, anak-anak yang diduga keracunan baru masih 30 persen sedangkan 70 persennya lagi belum masuk. Untuk kondisinya sudah sehat tapi barangkali dari kami agar anak-anak biar istrirahat di rumah," ujarnya aaat ditemui di kantornya.

Ia menambahkan, pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab keracunan yang dialami siswa-siswanya.

Karena, masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian dan dinas kesehatan.

"Kami belum berani menduga tapi diagonis pertama dari jajanan makanan di sekolah. Kami belum bisa karena belum ada bukti dan informasi valid  pedagang yang mana. Kemarin, saya dari rumah sakit kita juga belum tau. Tapi, memang dilihat dari muntahannya itu ada semacam mi," tuturnya.

Sebagai respon dari adanya kasus keracunan, ia melanjutkan, pihak sekolah melakukan penertiban kepada pedagang asongan untuk tidak berjualan dahulu di area sekolah.

Sedangkan, para siswa diminta untuk membawa bekal masing-masing dari rumah.

Baca juga: Dishub Gunungkidul Luncurkan e-parkir, Bayar Parkir Cukup Melalui Ponsel

"Untuk sekarang ini anak-anak tidak diperbolehkan untuk jajan di luar. Semuanya  harus membawa bekal dahulu. Untuk penertiban pedagang asongan belum kami perbolehkan dulu berjualan di luar sekolah. Sebenarnya, dulu  sebelum pandemi, kami ada kantin di sekolah. Tapi, setelah pandemi kami memang belum mulai, mungkin akan kami persiapkan," ujarnya.

Sementara itu, Trihandayani mengatakan, kejadian kasus keracunan makanan baru pertama terjadi sejak dirinya mengajar di sekolah tersebut.

"Selama 20 tahun, saya mengajar belum ada kejadian seperti ini," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved