KPK OTT Hakim Agung

Hakim Agung dan Sejumlah Orang di Jakarta-Semarang Terjaring OTT KPK, Lembaga Peradilan Tercemar

KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. OTT KPK itu berkaitan dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
dok.istimewa
Ilustrasi OTT KPK - KPK OTT Hakim Agung dan sejumlah orang di Jakarta dan Semarang 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah orang di Jakarta dan Semarang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). OTT KPK itu berkaitan dengan pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

OTT KPK itu juga menjaring hakim agung. Hal itu terkonfirmasi lewat pernyataan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

"KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/9/2022).

Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini.
Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Dalam OTT KPK ini diamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan mata uang asing. Selain barang bukti, KPK juga mengamankan sejumlah orang dalam OTT ini.

Para terduga pelaku ditangkap saat menerima hadiah atau janji terkait pengurusan perkara di MA. Kini mereka dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan dan klarifikasi.

OTT KPK terhadap hakim Agung ini pun menuai keprihatinan. Gufron mengaku prihatin dan menyebut kasus korupsi di lembaga peradilan menyedihkan.

Ia berharap penangkapan terhadap aparat penegak hukum kali ini adalah yang terakhir. Ghufron mengatakan, lembaga peradilan semestinya menjadi tonggak keadilan bagi bangsa Indonesia.

Sayang sekali, lembaga peradilan itu justru tercemari kasus korupsi. "Artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang," kata Ghufron, Tribun Jogja melansir laporan kompas.com.

"Para penegak hukum yang diharapkan menjadi Pilar keadilan bagi bangsa ternyata menjualnya dengan uang," sambungnya.

Ghufron mengatakan, KPK telah melaksanakan program pembinaan untuk insan di lingkungan Mahkamah Agung, baik hakim maupun pejabat struktural.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved