Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Ingatkan Jangan Langgar Hukum, Satpol PP Kerahkan 1.128 Personel di Pilur Bantul

Pilur serentak di Kabupaten Bantul akan digelar Minggu (25/9/2022) mendatang.

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul memberikan arahan pada acara Pembekalan dan Deklarasi Damai Pilur Serentak di Gedung Induk Mandala Sabha Pemkab Bantul, Rabu (14/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemilihan lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Bantul akan digelar Minggu (25/9/2022) mendatang. Sebagai upaya menjaga kondusifitas saat pilur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bantul siap mengerahkan personelnya, termasuk Satlinmas.

Baca juga: Bupati Halim: Pamong Kalurahan Harus Netral, Dilarang Ikut Kampanye Pilur Bantul

Baca juga: Bupati Bantul Abdul Halim Minta Para Calon Lurah Tidak Bikin Perpecahan, Jika Kalah Pilur

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, Pilur tersebut merupakan salah satu wujud berdemokrasi. Untuk itu, ia mengingatkan kepada para calon agar berkompetisi secara elegan. Termasuk mengutamakan perdamaian dan persaudaraan.

“Jangan sampai kompetisi ini mengarah kepada hal-hal yang melanggar hukum,” ucap Abdul Halim, belum lama ini.

Bupati Bantul menuturkan, ada beberapa pelanggaran hukum yang harus dihindari. Misalnya bullying, perundungan, ejekan dan penyebaran hoaks. Menurut Halim, tindakan tersebut seringkali terjadi dalam gelaran Pilur.

“Maka saya minta calon lurah untuk berkompetisi secara sehat,” tegas Bupati Abdul Halim.

Dua Personel Tiap TPS
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta mengungkapkan, bahwa pihaknya akan mengerahkan sebanyak 1.128 personel Satlinmas untuk menjaga keamanan di 564 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilur di 21 kalurahan dan 12 kapanewon.

"Jumlah Satlinmas yang kami tempatkan, masing-masing dua orang untuk satu TPS. Sementara jumlah TPS dalam pilur kali ini, ada 564 TPS sehingga total Satlinmas yang dikerahkan 1.128 personel. Jumlah tersebut belum termasuk personel Satlinmas yang akan ditempatkan kantor kalurahan dan kapanewon," ujarnya, Kamis (22/9).

Adapun total satlinmas yang disiagakan di 21 kalurahan sebanyak 42 personel atau satu kalurahan dua personel dan di kapanewon 24 personel atau satu kapanewon dua personel.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan Jogoboyo di 21 kalurahan yang menggelar Pilur untuk mengantisipasi terjadinya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Sementara untuk anggota Satpol PP sendiri, Yulius mengerahkannya untuk melakukan patroli keliling di wilayah yang menggelar Pilur, mulai 21 September sampai 25 September.

"Patroli ini sekaligus untuk mengamati atas ketaatan para calon lurah dalam memasang alat peraga kampanye khususnya terhadap substansi atau materi spanduk yang bersifat provokatif, pasti akan kami konfirmasi ke panitia Pilur untuk mencopotnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Kapolres Bantul AKBP Ihsan menyatakan, bahwa pihaknya menyiagakan sebanyak 458 personel untuk mengamankan Pilur. Konsep pengamanannya nantinya akan disebar dalam pembagian tiga wilayah rayon yakni sisi timur (Banguntapan, Dlingo, Imogiri, Jetis), rayon tengah (Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Bantul, Sewon) dan barat (Sanden, Pandak, Sedayu)

Adapun pengamanan akan dilakukan di kantor kelurahan, polsek dan pengamanan utama di TPS.

"Untuk TPS kami kategorikan menjadi dua yakni rawan dan kurang rawan. Tidak ada TPS aman, kami anggap semuanya rawan dan kurang rawan. Saya kira tidak ada TPS aman, karena dalam kompetisi ada persaingan sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan," ungkapnya.

Kapolres pun berkomitmen akan melakukan tindakan tegas jika ada pihak yang melakukan pelanggaran seperti money politik. Dalam kesempatan itu, Ihsan juga berpesan agar setiap calon harus siap menang termasuk siap untuk kalah. (nto/ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved