Berita Kriminal Hari Ini

2 WP Jadi Tersangka Pidana Pajak, Plt Kepala Kanwil DJP DIY: Sengaja Lapor SPT yang Tidak Benar

Plt Kepala Kanwil DJP DIY, Slamet Sutantyo mengatakan kedua tersangka sengaja melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang tidak benar

TRIBUNJOGJA.COM/ Christi Mahatma Wardhani
Barang bukti aset yang disita oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kanwil Direktorat Jenderal Pajak DIY atas 2 tersangka HP dan PT. PJM saat konferensi pers di Kantor Kanwil DJP DIY, Kamis (22/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil DJP DIY) berhasil mengungkap pelanggaran pidana pajak. Ada dua tersangka dalam tindak pidana tersebut yaitu HP dan PT. PJM. 

Plt Kepala Kanwil DJP DIY, Slamet Sutantyo mengatakan kedua tersangka sengaja melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang tidak benar atau tidak lengkap.

Dampaknya negara mengalami kerugian lebih dari Rp97 miliar. 

Baca juga: Luas Tanam Cabai Rawit di Klaten Baru 330 Hektare, DKPP Siapkan Gerakan Tanam 1 Juta Cabai

"Pengenaan tersangka pada PT. PJM ini merupakan hasil penyidikan pidana pajak dengan tersangka korporasi pertama yang dilakukan oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Kanwil DJP di luar Kanwil DJP yang ada di Jakarta," katanya, Kamis (22/09/2022). 

Untuk memulihkan kerugian pendapatan negara, pihaknya melakukan penyitaan dan pemblokiran aset wajib pajak. Dari tersangka HP, telah disita uang tunai senilai Rp13 juta, perhiasan, tanah dan bangunan senilai Rp45 miliar, 9 buah jam tangan mewah, 32 tas mewah, dan sepeda motor senilai Rp40 juta. 

Sementara dari tersangka PT. PJM telah disita uang tunai uang Rp12miliar, perhiasan, tanah dan bangunan dengan nilai Rp 30 miliar, dan mobil dengan nilai Rp358juta. 

"Kegiatan penegakan hukum di bidang perpajakan ini merupakan upaya terakhir dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak terhadap peraturan perpajakan," terangnya. 

Kedua tersangka disangkakan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. 

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kanwil DJP DIY, Syarif mengungkapkan tersangka sebenarnya melakukan pelaporan SPT.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved