Wisata Jogja

WISATA Religi di Jogja, Masjid-masjid Penjaga Empat Penjuru Mata Angin

Yogyakarta tidak hanya dikenal dengan wisata alam dan kotanya. Ada banyak wisata lainnya, salah satunya masjid sebagai destinasi wisata religi.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Masjid Nurul Huda Dongkelan atau Masjid Pathok Negara Dongkelan di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul 

Ciri khas masjid ini adalah adanya kolam yang mengelilingi masjid untuk membasuh kaki.

Hal ini dikarenakan menyesuaikan kebiasaan orang-orang terdahulu yang berjalan tanpa kaki.

3. Masjid Ad-Darajat di Banguntapan (timur)

Masjid ini terletak di desa Banguntapan, Bantul.

Masjid ini dibangun pada tahun 1774.

Masjid ini sempat tidak beroperasi karena lapangannya digunakan untuk perluasan pangkalan udara angkatan depan.

4. Masjid Nurul Huda di Dongkelan (selatan)

Masjid ini dibangun oleh Kyai Sihabudin pada tahun 1775. 

Masjid ini terletak di wilayah Kauman, Dongkelan, atau secara administratif berada di Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Konon kisahnya, pada masa perang Diponegoro masjid ini pernah dibakar karena dianggap sebagai markas berkumpulnya para pasukan Diponegoro.

5. Masjid Taqwa Wonokromo

Masjid Taqwa ini satu-satunya masjid yang bukan penjaga mata angin. 

Masjid ini cukup besar, bahkan termasuk paling besar diantara keempat masjid Pathok Negara lainnya.

(MG/Hana Santika Ahdanty)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved