PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta Vs Persekat Tegal: Rifal Lastori Terancam Menepi, Hapidin Siap Tampil Lagi

Eks winger PSS Sleman ini harus menjalani latihan terpisah dari rekan-rekan setimnya pada Rabu (21/9), lantaran mengalami cedera.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Dok PSIM Yogyakarta
Winger PSIM Yogyakarta, Rifal Lastori dibayangi pemain FC Bekasi City pada lanjutan Liga 2 2022/23 di Stadion Patriot Bekasi, Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM- Winger PSIM Yogyakarta, Rifal Lastori terancam menepi saat tim asuhan Erwan Hendarwanto melakoni laga kandang  kontra Persekat Tegal di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (23/9/2022) mendatang.

Eks winger PSS Sleman ini harus menjalani latihan terpisah dari rekan-rekan setimnya pada Rabu (21/9), lantaran mengalami cedera.

"Rifal Lastori mengalami benturan pada pertandingan sebelumnya, untuk pemain yang lainnya dalam kondisi baik," terang pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto.

Kabar baiknya, winger PSIM Yogyakarta lainnya yakni Hapidin sudah bergabung dalam sesi latihan bersama pemain lainnya, bahkan sudah turun dalam sesi game.

Adapun dalam latihan perdana yang dipimpinnya, Erwan berusaha mengangkat mental penggawa Laskar Mataram.

Sebagaimana diketahui, PSIM Yogyakarta mengalami kekalahan telak 3-0 dari FC Bekasi City, yang membuat Aditya Putra Dewa dan kolega kini harus berkutat di zona degradasi.

Di sisi lain, singkatnya waktu persiapan juga menjadi tantangan yang dihadapi Erwan dalam mempersiapkan timnya. 

PSIM Yogyakarta sudah harus menjalani official training, Kamis (22/9/2022), sebelum melakoni laga home kedua musim ini kontra Persekat Tegal, Jumat (23/2/2022).

"Mereka pemain-pemain profesional yang saya pikir tidak perlu lagi kita ajari dasar, kita hanya memberi sedikit pemahaman taktikalnya saja. Untuk semangatnya, masih sangat luar biasa," ujar Erwan.

"Saya sudah sampaikan ke pemain, bahwasannya saya selalu berbicara bahwa saya tidak pernah membangun sebuah tim, tapi saya membangun sebuah keluarga," lanjutnya

"Di dalam sebuah keluarga pasti saling support, saling dukung, tidak ada saling menyalahkan, yang akhirnya kekompakan dari sebuah keluarga itu menciptakan kebahagiaan. Sebelum kita membahagiakan banyak orang kan kita dulu yang harus bahagia saat latihan, pertandingan dan tidak ada beban, tidak ada rasa takut salah," tambahnya.

(han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved