Berita Bantul Hari Ini

Polres Bantul Tetapkan Pengemudi Mobil Brio Jadi Tersangka Peristiwa Kecelakaan Beruntun di Kasihan

SCM ditetapkan selaku tersangka yang mengakibatkan korban 11 orang luka dan 10 kendaraan motor serta 1 sepeda mengalami kerusakan

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Polres Bantul
Kondisi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jalan Mrisi, tepatnya di selatan pabrik gula Madukismo, Kapanewon Kasihan, Bantul, Selasa (20/9/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pihak kepolisian dari Polres Bantul telah menetapkan status tersangka terhadap pengemudi mobil Brio yang menabrak 10 sepeda motor dan satu sepeda kayuh.

Peristiwa kecelakaan beruntun intu sendiri terjadi pada Selasa (20/9/2022) pukul 15.00 WIB di dusun Mrisi, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul.  

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry mengungkapkan, setelah dilakukan gelar perkara, kasus kecelakaan tersebut dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan, karena sudah terpenuhi unsur kelalaian yang dilakukan SCM, si pengemudi mobil Brio.

"Pengemudi mobil kurang hati-hati dan kurang konsentrasi sehingga mengakibatkan kecelakaan dengan korban luka-luka dan kerusakan kendaraan serta dengan sengaja tidak menghentikan kendaraan dan tidak memberi pertolongan sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 ayat 2 dan pasal 321 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu-lintas dan Angkutan Jalan," urainya, Rabu (21/9/2022).

Adapun berdasarkan olah TKP dan keterangan para saksi, Jeffry menjelaskan bahwa SCM mengendarai mobil dari arah utara ke selatan menabrak 1 motor dan 1 sepeda kayuh yang akhirnya hilang kendali membanting stir kanan dan menabrak 2 motor yang melaju dari arah berlawanan.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Kasihan Bantul, Mobil Brio Tabrak 10 Motor di Selatan Pabrik Madukismo

Baca juga: KECELAKAAN: Rem Blong, Truk Molen di Klaten Seruduk Pagar Terminal di Jalan Yogyakarta-Solo

Tak berhenti disitu, mobil tersebut kemudian oleng ke kiri yang kemudian kembali menabrak 7 motor yang melaju searah dengan mobil SCM.

Meski terjadi kecelakaan, SCM masih melaju ke arah selatan dan baru berhenti sekitar 200 meter dari lokasi kejadian awal setelah dihentikan oleh warga.

"Oleh karena itu, SCM ditetapkan selaku tersangka yang mengakibatkan korban 11 orang luka dan 10 kendaraan motor serta 1 sepeda mengalami kerusakan," imbuhnya.

Tersangka SCM (57) yang merupakan warga Ambarketawang, Gamping, Sleman disangkakan ancaman hukuman lima tahun penjara, dan tidak dilakukan penahanan, namun wajib lapor.

Jeffry mengungkapkan, tersangka kooperatif dalam proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dan tersangka beserta keluarga bersedia bertanggung jawab terhadap para korban beserta kerugian materi akibat dari kecelakaan tersebut.
 
"Kami turut berbelasungkawa terhadap kejadian ini dengan banyaknya korban luka-luka. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat, pihak PMI dan relawan lainnya yang telah membantu para korban. Dalam kasus ini tidak ada korban meninggal, isu yang beredar itu salah. Korban mengalami luka-luka dan sudah dalam perawatan di rumah sakit," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya menyatakan bahwa pihak kepolisian tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada masyarakat untuk bijak dalam berkendara. Jaga kecepatan dan fokus konsentrasi saat berkendara sangat dibutuhkan demi keselamatan bersama.

"Keadaan jalan yang tidak terlalu lebar tentunya sangat perlu ketepatan dalam kecepatan dan konsentrasi untuk jarak aman agar terhindar dari gesekan dengan pengendara lain. Karena itu kami mohon untuk bijak dalam berkendara untuk keselamatan diri dan orang lain," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved