Berita Jogja Hari Ini

Pelaksanaan Hari Kesembilan FKY 2022 Dimeriahkan dengan Performence Lecture di UGM

Hari kesembilan pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2022, dimeriahkan dengan performence lecture di ruang ballroom Teaching Industri

TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Rukmana
Pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2022, di ruang ballroom Teaching Industri Learning Center (TILC) Universitas Gadjah Mada, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hari kesembilan pelaksanaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2022, dimeriahkan dengan performence lecture di ruang ballroom Teaching Industri Learning Center (TILC) Universitas Gadjah Mada, Rabu (21/9/2022).

Dalam pelaksanaanya terdapat diskusi tentang merawat air di Yogyakarta serta diskusi tentang Menggali Pengalaman Keairan Wilayah Progo - Opak di Yogyakarta, yang dipaparkan oleh Dosen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, Drs. JSE Yuwono, M.Sc.

Dalam pembahasannya ada empat poin penting yang ia sampaikan, yakni bentang Yogyakarta, jejak penjelajahan arkeologi, infrastruktur keairan, dan kontinuitas pemanfaatan.

Baca juga: Putin Kerahkan 2 Juta Tentara Cadangan

"Bentang Yogyakarta itu membahas mengenai keunikan bentang alam sebagai kontrol hidrologi dan untuk jejak penjajahan arkeologi membahas mengenai data arkeologi Mataram Kuno yang sudah terlacak dan hubungannya dengan pengalaman keairan," ucapnya saat memaparkan materi di ballroom TILC.

Sementara itu, ia juga membahas infrastruktur keairan sejak Mataram Islam hingga irigasi modern era kolonial. 

Pasalnya pada masa kolonial, terdapat 3.800 bendungan yang dibangun di DIY. 

Lebih lanjut, menurut Drs. JSE Yuwono, kontunitas pemanfaatan air sejak pasca kolonial hingga sekarang juga perlu diketahui secara bersama. 

Baca juga: PSS Sleman Tak Ingin Kecolongan 3 Poin Lagi di Laga Kandang, Persita Tangerang Akan Jadi Ujiannya

Di sisi lain, Dosen Antropologi FIB Universitas Brawijaya, Irsyad Martias, S.S., M.A., turut memaparkan materi tentang Infrastruktur Air dan Membongkar Fakta Narasi Kekeringan di Gunungkidul.

"Kenapa tema itu saya angkat? Karena lingkungan adalah fondasi awal dari infrastruktur," katanya.

Tidak hanya itu saja, menurutnya infrastruktur mampu merekogurasi tatanan yang sudah ada dan merubah hubungan manusia dengan lingkungan, merubah hubungan sesama manusia, hingga merubah relasi antara unsur alam satu dengan lainnya. (Nei)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved