ORI DIY Sebut Laporan Dugaan Pelanggaran Sekolah Meningkat di Tahun 2022

Laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan sekolah lebih banyak dibandingkan laporan pelanggaran oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kepala Perwakilan Ombudsman RI (ORI) DIY, Budhi Masturi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam dua tahun terakhir, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DI Yogyakarta mencatat sejumlah laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan sekolah.

Bahkan, dari data yang diterima Tribun Jogja, laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan sekolah lebih banyak dibandingkan laporan pelanggaran oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kurun waktu 2021-2022, laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan sekolah mencapai 51 kasus.

Sementara, laporan pelanggaran yang dilakukan OPD hanya 33 kasus.

Kepala ORI DIY, Budhi Masthuri, mengungkapkan pada 2021 ORI DIY telah menerima 21 laporan. Jumlah laporan itu pun meningkat pada 2022.

Hingga Agustus 2022, ada 31 kasus yang dilaporkan ke ORI DIY.

“Total laporan masuk yang terbanyak adalah dugaan permintaan uang oleh sekolah yang dua tahun mencapai 18 laporan. Disusul tidak diberikannya hak anak didik karena belum melunasi biaya pendidikan sebanyak 7 laporan,” kata Budhi, Rabu (21/9/2022).

Di peringkat ketiga, laporan mengenai penyimpangan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tercatat sebanyak enam laporan.

Kemudian, penahanan ijazah ada tiga laporan dan dugaan pemaksaan atribut agama satu kasus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved