Breaking News:

Kisah Inspiratif

Kisah Warga Klaten yang Raup Jutaan Rupiah dari Pekarangan Rumah untuk Budidaya Lebah Klanceng

Warga bernama Wiji Supriyono (35) justru memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya lebah klanceng.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Supri peternak lebah klanceng saat menunjukan kotak berisi lebah madu tersebut di rumahnya, Bengking, Jatinom, Klaten, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Budidaya lebah madu identik dengan lahan yang luas serta berada di lingkungan yang jauh dari pemukiman warga.

Hal ini, karena lebah biasanya dianggap sebagai serangga yang agresif dan kerap berbahaya bagi manusia.

Namun, di Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah hal tersebut terbantahkan.

Warga bernama Wiji Supriyono (35) justru memanfaatkan pekarangan rumah untuk budidaya lebah klanceng.

Baca juga: Transisi Pandemi ke Endemi, Binda DIY Genjot Capaian Vaksinasi Covid-19

Ratusan kotak yang berisi koloni lebah klanceng disusun berjajar di pekarangan seperti samping rumah, bagian atas pagar rumah hingga belakang rumah.

Budi daya lebah klanceng itu dilakukan oleh Supri untuk dipanen madunya, aktivitas itu berhasil mendatangkan uang jutaan rupiah per bulannya.

Ia bercerita jika budidaya lebah klanceng itu dipelajari secara otodidak untuk mengisi rasa jenuh akibat pandemi Covid-19.

"Waktu itu kan Covid-19 melanda, itu awal 2020, saya lalu mengisi hari-hari dengan budi daya lebah klanceng," ujarnya pada TribunJogja.com, Rabu (21/9/2022).

Menurutnya, lebah klanceng mudah ditemui di hutan, lebah jenis ini juga bukan tipe serangga yang agresif atau penggigit.

Sehingga lebah jenis ini bisa dibudidayakan di kawasan padat penduduk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved