Berita Sleman Hari Ini

Kepala SMKN 2 Depok Sleman Bantah Tarik Pungutan, Klaim Hanya Sumbangan 

Pihak SMKN 2 Depok Sleman menepis dugaan telah menarik pungutan kepada wali murid seperti yang kini dilaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI)

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Kepala SMKN 2 Depok Agus Waluyo setelah memberikan keterangan kepada awak media. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pihak SMKN 2 Depok Sleman menepis dugaan telah menarik pungutan kepada wali murid seperti yang kini dilaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) perwakilan DIY.

Sekolah mengklaim bahwa hal itu murni Sumbangan dan penarikan sumbangan di Sekolah diperbolehkan sesuai Permendikbud nomor 75/20216. 

"Iya kan boleh Sumbangan . Tapi bukan pungutan , dan kami tidak pernah melakukan pungutan ," kata Kepala SMKN 2 Depok , Agus Waluyo, ditemui di kantornya, Rabu (21/9/2022). 

Baca juga: Penuturan Wali Murid SMKN 2 Depok Sleman Soal Pungutan Berkedok Sumbangan Berujung Perundungan

Agus menjelaskan ihwal Sumbangan itu muncul. Menurut dia, pada awalnya sekolah membuat program dan program tersebut dirapatkan dengan Komite .

Selanjutnya, diteruskan dengan orangtua. Program peningkatan kapasitas pendidikan itu disertai dengan paparan anggaran yang dibutuhkan selama satu tahun. Nominal setiap jenjang angkatan berbeda-beda. 

Jumlah nominal berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jogja, untuk angkatan kelas X dibebankan Rp 2,63 miliar.

Lalu, angkatan kelas XI dibebani Rp 1,1 miliar, angkatan kalas XII Rp 976,5 juta dan angkatan kelas XIII senilai Rp 586,8 juta dengan total keseluruhan Rp 5,367 miliar.

Agus mengaku tidak pernah membagi masing-masing anak di tiap angkatan harus membayar berapa.

Sebab, sumbangan tersebut sifatnya sukarela. Jikapun target anggaran yang telah dipaparkan itu tidak tercapai maka tidak apa-apa. Pihak sekolah tentu akan memiliki program prioritas. 

"Jadi sesungguhnya kami tidak memaksa. Ini sumbangan sukarela. Bukan pungutan. Berapapun dapatnya ( Sumbangan ), tidak masalah bagi kami. Kami hanya ini loh kebutuhan kami, Monggo bapak-ibu seperti apa," kata Agus. 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Pengelolaan Anggaran, Cahyono menambahkan, apa yang dilakukan SMKN 2 Depok murni Sumbangan sukarela.

Bahkan, wali murid diperbolehkan apabila ada yang keberatan dan ingin tidak menyumbang.

Apalagi pihak sekolah juga telah membuat formulir surat pernyataan yang isinya bukan hanya sukarela tetapi keihklasan orangtua menyumbang. 

Cahyono lalu mencontohkan bahwa ada juga orang tua murid yang mengumpulkan formulir keikhlasan dengan hanya menuliskan sumbangan Rp 50 ribu.

Meskipun sumbangan tersebut untuk pendidikan satu tahun, tetapi baginya tidak ada masalah.

Ia memastikan bahwa formulir keikhlasan Sumbangan orangtua tidak dipublikasikan umum. Hanya untuk kalangan internal saja. 

Baca juga: Segini Anggaran yang Dikeluarkan Pemerintah untuk Penuhi Kebutuhan Makan Tahanan

"Nyumbang Rp 50 ribu juga ndak papa. Seperti ini, satu tahun loh ini," kata dia, sembari menunjukan surat pernyataan keikhlasan orangtua menyumbang dengan nominal Rp 50 ribu. 

Cahyono juga menepis jika surat pernyataan sumbangan dititipkan ke siswa.

Menurut dia, pihak sekolah telah memberikan opsi agar wali murid bisa menyumbang dengan cara transfer rekening.

Tetapi tidak semua orang tua ternyata memiliki rekening di bank, sehingga dibuka loket pengumpulan keikhlasan sumbangan di sekolah.

Jika orangtua tidak bisa datang ke sekolah bisa juga dititipkan ke anaknya. 

"Jadi ini hanya opsi saja. Tapi tujuan kami hanya ingin memudahkan orang tua," kata dia. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved