Ancaman Krisis Global, Pemkot Yogyakarta Tekankan Pentingnya Nilai-nilai Pancasila Bagi Ormas

Pemkot Yogyakarta dengan menekankan kembali nilai-nilai Pancasila, kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayahnya

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Pemkot Yogyakarta
Suasana forum group discussion aktualisasi nilai-nilai Pancasila bagi ormas di Kota Yogyakarta, Rabu (21/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bayang-bayang krisis global akibat pandemi Covid-19 dan invasi Rusia-Ukraina direspon oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta dengan menekankan kembali nilai-nilai Pancasila, kepada sejumlah organisasi kemasyarakatan di wilayahnya, Rabu (21/9/2022).

Mengusung tema 'Ormas dan Ketahanan Ekonomi di Tengah Krisis: Implementasi Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia', ada 23 perwakilan organisasi kemasyarakatan di Kota Pelajar yang dilibatkan dalam kesempatan itu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, mengatakan di tengah ancaman krisis global seperti ini, tata kelola ekonomi di Indonesia harus tetap berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

"Landasan operasional sistem ekonomi yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila telah ditegaskan dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33," katanya.

Sejak tahun 2020, lanjut Budi, pemerintah telah mengambil berbagai kebijakan extraordinary untuk mengatasi dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Di antaranya ialah realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diarahkan sepenuhnya untuk keperluan tersebut.

"Pandemi menjadi tantangan dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam bidang ekonomi, ya, khususnya bagi masyarakat kelas menengah ke bawah," urainya.

Dijelaskannya, untuk bisa memenuhi target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah pun akan terus mendorong ekspansi produksi yang konsisten untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. 

"Pelaksanaan berbagai agenda reformasi struktural juga terus diakselerasi untuk transformasi perekonomian. Investasi harus dipacu, serta daya saing produk manufaktur nasional di pasar global, harus ditingkatkan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved