Liga 2

Suporter Terlibat Kericuhan Setelah Laga FC Bekasi City vs PSIM Yogyakarta Berakhir 3-0

Suporter FC Bekasi City dan PSIM Yogyakarta terlibat kericuhan setelah kedua tim selesai melaksanakan laga lanjutan pekan keempat

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/JOY ANDRE T
Suporter sepak bola dari tim PSIM Jogjakarta yang ricuh buntut dari kekalahan tim kesayangannya di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Senin (19/9/2022). Selain merusak fasilitas, mereka juga menyisir suporter dari tim FC Bekasi City. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEKASI - Suporter FC Bekasi City dan PSIM Yogyakarta terlibat kericuhan setelah kedua tim selesai melaksanakan laga lanjutan pekan keempat Liga 2 2022/2023 di Stadion Patriot, Bekasi, Senin (19/9/2022) petang.

Laga tersebut berhasil dimenangkan oleh FC Bekasi FC dengan skor 3-0.

Kericuhan ini menurut polisi berawal dari saling ejek antara kedua kelompok suporter.

Kericuhan yang bermula dari tribun stadion bahkan berlanjut hingga ke jalan di luar stadion.

Kelompok suporter yang terlibat kericuhan saling melempar batu dan pecahan keramik.

Petugas pemadam kebakaran yang berada di dalam stadion berusaha melerai dengan menyemprotkan air ke arah suporter, namun kericuhan berlanjut hingga ke jalan di luar stadion.

Dikutip dari Kompas.tv, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menjelaskan, kericuhan terjadi diduga akibat aksi saling ejek antara kedua kelompok suporter.

Baca juga: Kalah 3-0 dari FC Bekasi City, Posisi PSIM Yogyakarta di Klasemen Sementara Liga 2 2022 Kian Merosot

Dalam kericuhan ini, fasilitas seperti bangku penonton dan kaca jendela pos Satpam di gerbang timur Stadion Patriot Candrabhaga rusak.

Para pendukung itu mengamuk hingga bahkan memukuli dua orang pengendara motor yang melintas.

Pengendara yang dipukuli itu diduga merupakan suporter dari klub FC Bekasi City.

Beruntung, dua pengendara yang sempat dipukuli itu berhasil lewat setelah polisi melerainya.

Hengki mengatakan hingga saat ini belum ada laporan terkait korban kekerasan dari bentrokan antarsuporter tersebut.

"(Info korban) tidak ada, sementara bisa kami kendalikan," kata Hengki.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved