Berita Kulon Progo Hari Ini

Pro Kontra Masyarakat Terkait Penutupan Teteg Wetan di Stasiun Wates Kulon Progo

Penutupan Teteg Wetan di Stasiun Wates, Kabupaten Kulon Progo mendapat berbagai respon dari masyarakat setempat baik pro maupun kontra. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Petugas menutup sisi utara teteg wetan dengan memasang pembatas dan water barier. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Penutupan jalur perlintasan langsung (JPL) Kereta Api (KA) atau lebih dikenal Teteg Wetan di Stasiun Wates, Kabupaten Kulon Progo mendapat berbagai respon dari masyarakat setempat baik pro maupun kontra. 

Di sela penutupan, Ngatimin Pawirodiharjo mengaku setuju dengan penutupan teteg wetan.

Meski, ia harus melewati jalan yang cukup jauh. 

"Setuju sekali (penutupan teteg wetan) meski harus muter karena menyadari keadaan. Dan harus nurut dengan peraturan," kata Pawiro, Selasa (20/9/2022). 

Dia melanjutkan, penutupan jalur perlintasan KA sisi timur untuk mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan. 

Namun, pria yang setiap harinya bekerja sebagai penjual mainan anak-anak menyarakan agar pemerintah memasang rambu di pertigaan antara jalan Kemiri dan Jogoyudan.

"Karena jika tidak dikasih bangjo berbahaya bagi pengendara di jalan," ucapnya. 

Sedangkan, masyarakat lainnya, Tutik Esterina mengaku tidak setuju dengan penutupan teteg wetan. 

Dikarenakan banyak keluhan dari para pedagang yang biasanya lewat perlintasan KA sisi timur tersebut.

Pedagang harus memutar lewat Underpass Kemiri yang jaraknya cukup jauh dari teteg wetan. 

"Ada keluhan dari pedagang yang biasanya ke Pasar Wates (lewat teteg wetan). Kalau lewat Underpass Kemiri jalannya turun dengan membawa gerobak jadi susah. Mutarnya juga jauh sekitar 1 kilometer," ungkapnya. 

Diberitakan sebelumnya, PT KAI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo resmi menutup JPL sisi timur di Stasiun Wates pada hari ini. 

Penutupan seiring bertambahnya jumlah perjalanan KA dan diberlakukannya Underpass Kemiri. 

Diharapkan usai penutupan teteg wetan dapat mengurangi angka kecelakaan antara KA dengan pengguna jalan. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved