Petani di Bantul Budidayakan Tembakau Bahan Baku Cerutu

Petani tembakau Dusun Srunggo, Selopamioro yang menjadi mitra PT Taru Martani telah melakukan panen perdana tembakau jenis grompol.

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Potensi komoditas tembakau di Kabupaten Bantul terus digarap, dan salah satu upaya untuk mendukung para petani adalah dengan bekerjasama dengan PT Tarumartani.

Adapun PT Tarumartani sendiri merupakan BUMD milik DIY yang selama ini fokus pada pengolahan tembakau yang menjadi bahan baku cerutu.

Dan belum lama ini, petani tembakau Dusun Srunggo, Selopamioro yang menjadi mitra PT Taru Martani telah melakukan panen perdana tembakau jenis grompol.  

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengatakan lahan pertanian tembakau di Bantul saat ini ada sekitar 220 hektare yang tersebar di sejumlah kapanewon, seperti Dlingo, Piyungan, Pleret, Imogiri, dan Pundong.

Namun yang bekerjasama dengan PT Taru Martani baru sekitar 40 hektare.

"Yang sudah kerja sama dengan PT Tarumartani baru 40 hektar, yakni untuk jenis tembakau Grompol, bahan cerutu," ujarnya saat dihubungi, Selasa (20/9/2022).

Adapun kerjasama ini atas arahan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di mana selama ini PT Tarumartani menerima pasokan bahan baku cerutu dari luar daerah.

Maka dari itu, dengan kerjasama tersebut diharapkan mampu mengangkat petani Bantul terutama dalam pemasaran dan pendampingan lainnya.

Joko menjelaskan, kerja sama yang selama ini dilakukan adalah  bimbingan penanaman tembakau mulai dari pemberian bibit gratis, pinjaman modal tanpa bunga untuk pembelian pupuk sebesar Rp 2,5 juta per hektar.

"Kemudian, hasil panennya nanti akan dibeli oleh PT.Tarumartani dengan harga Rp 2.000 per kilogram tembakau basah," bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved