Berita Magelang Hari Ini

Pembersihan Sungai Tangsi Magelang Capai 50 Persen, Masih Ada Tiga Pintu Air yang Tertutup Sampah

Sungai yang berada di bawah jembatan jalan raya Salaman itu sudah beberapa hari terakhir dipenuhi sampah dan ranting-ranting pohon

Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting
Penampakan endapan material sampah yang menutup pintu air di Sungai Tangsi, Magelang, Selasa (20/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Proses pembersihan Sungai Tangsi yang berlokasi di  Dusun Nusupan, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang terus dilakukan.

Sungai yang berada di bawah jembatan jalan raya Salaman itu sudah beberapa hari terakhir dipenuhi sampah ranting-ranting pohon, terutama pohon bambu.

Petugas Kelompok Masyarakat (Pokmas) Bina Marga Balai Pengelolaan Jalam dan Jembatan wilayah Magelang, Miftahuddin Nurhuda, mengatakan proses pembersihan sudah berlangsung selama dua hari yakni mulai Senin (19/09/2022) dan dilanjutkan pada Selasa (20/09/2022).

"Jadi hitungannya sudah dua hari, proses pembersihan sudah hampir 50 persen. Namun, dari 6 pintu air masih ada 3 pintu air yang tertutup material sampah. Target penyelesainnya yaitu sampai selesai. Sampai semua pintu air bisa berfungsi kembali,"ungkapnya saat ditemui di lokasi pada Selasa (20/09/2022).

Dari pemantauan di lokasi proses pembersihan sampah yang mengendap di bawah jembatan, harus menggunakan alat bantu yakni mesin gergaji kayu dan kampak.

Alat-alat itu, digunakan untuk memudahkan mengurai sampah ranting pohon yang sudah mengendap bergumpal menjadi satu dengan tanah. 

Diketahui sampah ranting pohon itu berasal dari material longsoran yang terjadi di wilayah hulu sungai yakni daerah Kajoran, Magelang.

Sementara itu, Dewa Puji Santosa selaku subkoordinator jalan & jembatan 1 Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Magelang mengatakan, sesuai tupoksi proses pembersihan Sungai Tangsi dilalukan agar bangunan jembatan tidak rusak.

"Tupoksi kami kan merawat jalan dan jembatan.Kebetulan, kami mendapatkan laporan kalau di bawah jembatan Sungai Tangsi itu banyak sampah ranting-ranting pohon. Sehingga, kami arahkan Pokmas untuk membersihkan sampah-sampah yang berada di jembatan. Karena, dikawatirkan bisa menganggu bangunan jembatan juga ,terlebih saat musim hujan.,"ungkapnya.

Meskipun sampah-sampah yang mengendap di aliran Sungai Tangsi bukan sampah dari produk rumah tangga, Dewa tetap mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa tidak membuang sampah apapun ke sungai.

"Kami akan bersihkan semua sampah yang ada di Sungai Tangsi, sampai ke bangunan bagian atas jembatannya. Kalau imbauan kepada warga diharapkan tidak membuang sampah maupun tanaman di aliran sungai, karena jika menumpuk di badan jembatan bisa mengakibatkan kerusakan fondasi jembatan hingga banjir,"urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved