Berita Kota Yogya Hari Ini

Menengok Kebangkitan Seni Acapella Khas Omah Cangkem Yogyakarta Pasca Pandemi Covid-19

Kegiatan-kegiatan seni budaya di Kota Yogyakarta semakin menunjukkan geliatnya dalam beberapa bulan terakhir, seiring situasi pandemi Covid-19 yang

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Penampilan para seniman dalam gelaran "Nabuh Rasa: Trilokem Acapella" di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kota Yogyakarta, Senin (19/9/2022) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kegiatan-kegiatan seni budaya di Kota Yogyakarta semakin menunjukkan geliatnya dalam beberapa bulan terakhir, seiring situasi pandemi Covid-19 yang terus melandai.

Panggung-panggung yang lama absen, perlahan bangkit menunjukkan eksitensinya kembali.

Salah satunya adalah studio Omah Cangkem yang begitu kondang dengan suguhan acapella.

Ya, acapella merupakan jenis seni music yang dibawakan oleh beberapa orang atau solo, tanpa menggunakan iringan alat musik.

Kebangkitan itu, terlihat dalam gelaran "Nabuh Rasa: Trilokem Acapella" yang bergulir di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Kota Yogyakarta, pada Senin (19/9/22) malam lalu.

Baca juga: Jadwal Pentas Seni Panggung Seni Rakyat Jogja Gumregah di Sekaten 2022 Besok Rabu 21 September 2022

"Trilokem itu kan maksudnya trilogi cangkem, karena kami basiknya acapella. Hari ini, kita mengeksplorasi mulut untuk hal-hal yang positif. Yakni, untuk menyenangkan tubuh dan menyenangkan orang lain juga tentunya," tandas pemilik studio Omah Cangkem, Pardiman Djoyonegoro.

Dijelaskannya, gelaran edisi kali ini pun semakin semarak karena pihaknya mengundang bintang tamu dari komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia untuk ambil bagian.

Tidak sebatas jadi figuran semata, karena mereka benar-benar dilibatkan secara aktif dalam seni pertunjukan.

"Karena selain menyuguhkan pertunjukan acapella, dalam panggung ini kami juga menghadirkan pertunjukan gamelan komplit dengan tari, serta geguritan," katanya.

"Toh, kolaborasi Omah Cangkem dan Perempuan Berkebaya itu sudah terjalin sejak lama. Bahkan, kami ada lagu Kucinta Indonesia, kami yang buat, kemudian dihadiahkan khusus untuk Perempuan Berkebaya," lanjut Pardiman.

Sementara itu, Ketua Perempuan Berkebaya Indonsesia Yogyakarta, Tinuk Suhartini mengatakan, dalam kesempatan tersebut, pihaknya sebagai bintang tamu menampilkan tari selamat datang dengan koreografer Anter Asmorotedjo. Ada 20 perempuan berkebaya yang turut dilbatkan.

Baca juga: Bupati Magelang Lantik Kepala Desa PAW Tanggulrejo, Ini Pesan dan Permintaannya

"Ini sudah keempat kalinya kami berkolaborasi dengan Omah Cangkem. Setiap ada kesempatan, kami manfaatkan untuk belajar dan mengasah keterampilan," ucapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun memanfaatkan momentum guna mengkampanyekan "Kebaya Goes to Unesco" yang kini tengah digaungkan Indonesia. Menurutnya, keterlibatan ini menunjukkan perempuan berkebaya benar-benar punya tempat dalam ragam kegiatan seni dan budaya.

"Ini memamg jadi kesempatan kami untuk berkampanye, bahwa keindahan kebaya bisa digunakan di banyak event ya, betapa sering kebaya dipakai," cetusnya. (aka)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved