Ini Alasan Tidak Adanya SPBU Asing di Wilayah DI Yogyakarta

Perusahaan dari dalam negeri harus diutamakan. Dengan demikian dampak ekonomi lebih luas dan dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat. 

TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda
Barcode untuk aplikasi My Pertamina sudah disiapkan di SPBU Timoho, Kamis (30/6/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hingga saat ini tidak ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY, Siswanto, hal tersebut merupakan wujud nasionalisme pengusaha di DIY. 

Ia menyebut jika ada perusahaan asing, maka keuntungan tidak bisa dinikmati oleh pengusaha DIY. 

"Kalau ada perusahaan asing, kan nanti keuntungannya ke luar, lari ke asing," katanya, Selasa (20/09/2022). 

Baginya perusahaan dari dalam negeri harus diutamakan. Dengan demikian dampak ekonomi lebih luas dan dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat. 

Ia melanjutkan tidak adanya SPBU asing bukan karena harga. Siswanto menilai dari segi harga tidak terpaut jauh, masyarakat pun mampu untuk membeli. 

"Mungkin ya memang ada keterpautan sedikit harganya, tapi kalau saya lihat yang di Jakarta juga yang laku tetap yang Pertamina,” lanjutnya. 

Sebagai SPBU yang menjadi masyarakat, pengusaha di DIY perlu meningkatkan kualitas layanan. Dengan demikian masyarakat tidak tergiur dengan SPBU asing. 

"Sekarang tentunya, SPBU milik kita meningkatkan pelayanan, secara bisnis supaya kita tidak kalah saing,” imbuhnya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved