Berita Klaten Hari Ini

Harga Cabai Rawit di Tingkat Petani Klaten Turun jadi Rp 60 Ribu Per Kilogram

Saat harga BBM subsidi dinaikkan oleh pemerintah, harga cabai di tingkat petani sempat naik jadi Rp80 ribu per kilogram.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / ALMURFI SYOFYAN
Bupati Klaten, Sri Mulyani saat petik cabai rawit merah di Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pascanaiknya harga bahan minyak (BBM), harga sejumlah komoditas di Kabupaten, Klaten, Jawa Tengah mulai bergejolak.

Namun, harga cabai rawit di tingkat petani justru mengalami penurunan sejak tiga hari terakhir.

Seorang petani cabai rawit di Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Supriyono (35) menjelaskan jika dirinya tidak tahu secara pasti penyebab harga cabai mengalami penurunan.

"Panen cabai kali ini harga itu naik turun ya, untuk harga terakhir kemarin turun jadi Rp 60 ribu per kilogram," ujarnya saat TribunJogja.com temui, Selasa (20/9/2022).

Menurut dia, saat harga BBM subsidi dinaikkan oleh pemerintah, harga cabai di tingkat petani sempat naik jadi Rp80 ribu per kilogram.

Namun, sejak tiga hari terakhir turun jadi Rp 60 ribu per kilogram.

Untuk menyiasati itu, dirinya terpaksa menjual langsung komoditi bercitarasa pedas itu ke warung-warung dan pengecer yang ada.

"Kalau kita jual sendiri secara online atau ngecer sendiri ke warung-warung per kilo bisa naik Rp5 ribu atau Rp10 ribu," imbuhnya.

Selain itu, lanjut petani muda ini, dirinya juga sedang mengembangkan wisata petik cabai yang menyasar para anak-anak sekolah untuk eduwisata.

Wisata petik cabai  ini dinilai juga bisa membantu menaikkan harga.

Ia menyebut, tanaman cabai miliknya ditanam di lahan seluas 2.000 meter persegi.

Jika cuaca normal lahan seluas itu bisa menghasilkan 1 ton cabe dalam sekali panen.

"Masa panen cabai di usia 90 hari sudah panen, dalam setahun bisa tiga kali panen," katanya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan harga cabai di pasaran memang sedang mengalami penurunan.

"Iya harga cabai agak turun sedikit, tadi saya saat petik cabai di sini buahnya bagus dan besar, mudah-mudahan harganya kembali naik," ucapnya saat memetik cabai di Desa Bengking tersebut.

Ia juga mendorong agar para petani untuk memanfaatkan tumpang sari dalam menanam cabai atau lainnya, sehingga bila satu komoditi harganya turun bisa ditopang oleh komoditi lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved