Harapan DPRD DIY soal Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo

Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo tersebut bakal dibangun sepanjang 96,57 km dan akan dibagi menjadi tiga seksi. 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI
Ilustrasi Jalan Tol 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembangun Jalan Tol yang melewati wilayah DIY merupakan proyek strategis nasional.

Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Solo tersebut bakal dibangun sepanjang 96,57 km dan akan dibagi menjadi tiga seksi. 

Seksi 1 yaitu Kartasura hingga Purwomartani, seksi 2 dari Purwomartani hingga Gamping dan seksi 3 dari Gamping sampai perbatasan Purworejo. 

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menyebut pembangunan Jalan Tol pasti bakal berdampak positif bagi warga DIY.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan Jalan Tol tersebut. 

Pertama yang ia soroti adalah sosialisasi dan konsultasi publik.

Menurut dia, pendapat dari masyarakat harus didengarkan. Bukan untuk menghambat pembangunan, pendapat masyarakat justru bakal mempercepat. 

"Ada beberapa masukan yang masuk. Misalnya di Kulonprogo, ada masjid dan makam yang kemudian terdampak. Disampaikan agar pembangunannya lurus, tidak belok jadi tempat suci itu aman. Ya memang ada beberapa opsi yang ditawarkan, bisa memindah, dan lainnya. Tetapi jangan sampai ada degradasi moral," katanya saat acara Ngobrol Parlemen, Selasa (20/09/2022). 

"Ini bukan menghambat atau menghalangi, tetapi justru memudahkan. Sehingga gejolak itu tidak terjadi saat nanti sudah proses pembangunan. Harapannya pembangunan jalan tol ini hanya mengejar target, cepat selesai. Kemudian ada oknum yang menyebut ini sudah jadi perintah Ngrasa Dalem atau Presiden Jokowi,supaya cepat," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved