Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Sri Sultan HB X Tawarkan 4 Program Kerja Sama pada Bank Dunia

Empat program yang berpotensi dikerjasamakan bersama Bank Dunia , yakni terkait sampah, transportasi perkotaan, lingkungan, dan air.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY , Sri Sultan Hamengku Buwono X menawarkan empat program yang berpotensi dikerjasamakan bersama Bank Dunia atau World Bank.

Pengusulan kerja sama itu dilakukan saat lunch meeting bersama para perwakilan Bank Dunia pada di Hotel Royal Ambarrukmo, Senin (19/9/2022).

Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono usai mendampingi Sri Sultan mengatakan, maksud kedatangan Bank Dunia ke DIY kali ini dalam melakukan kunjungan lapangan terkait bantuan pada program percepatan penurunan stunting di Indonesia.

Bank Dunia ingin melihat secara langsung bagaimana penanganan stunting oleh Pemda DIY maupun pemerintah kabupaten/kota.

Baca juga: Harga BBM Naik, Ekonomi di DIY Malah Tumbuh hingga 5 Sekian Persen

Dengan mengetahui cara penanganan stunting di DIY, Bank Dunia bisa menilai, melakukan analisa, dan menularkan program sukses penanganan stunting ke daerah lain di Indonesia.

“Kalau untuk DIY sendiri, isu-isu soal kemiskinan dan ketimpangan antar wilayah masih menjadi isu sentral di kita yang harus diselesaikan bersama. Karena sudah semestinya orang yang sejahtera, orang bahagia itu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Harapannya, upaya DIY ini bisa didorong oleh World Bank,” katanya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menawarkan empat program yang berpotensi dikerjasamakan bersama Bank Dunia , yakni terkait sampah, transportasi perkotaan, lingkungan, dan air.

“Yang dibicarakan justru lebih banyak ke program pembangunan di DIY sendiri. Sebetulnya banyak program yang ditawarkan kepada World Bank, tapi Pak Gubernur menawarkan empat program utama, yakni sampah, transportasi perkotaan, lingkungan dan air,” imbuhnya.

Beny menuturkan, Sri Sultan berharap Bank Dunia bisa memberikan dukungannya untuk empat program tersebut.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Jelaskan Alasan Turunnya Harga BBM Nonsubsidi

Jika hal ini terwujud, tentu dapat mendorong pertumbuhan wilayah di DIY, sehingga ketimpangan antar wilayah di DIY semakin rendah.

Diskusi yang berjalan juga menyangkut persoalan apa saja yang masih dihadapi DIY dan bagaimana solusi yang dilakukan Sri Sultan sebagai pemimpin daerah.

“Kalau bisa empat program yang ditawarkan pak gubernur ini bisa di-support Bank Dunia, tentu akan semakin baik. Apalagi Pemda DIY saat ini juga sudah akan didukung oleh Green Infrastructure Initiative (GII) yang bekerja sama dengan Pemerintah Federal Jerman,” paparnya.

Para perwakilan Bank Dunia yang hadir pada lunch meeting kali ini adalah Direktur Eksekutif Bank Dunia, Mohd Hassan Ahmad; Direktur Bank Dunia untuk Negara Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen; Manager Operasional Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Bolormaa Amgaabazar; Penasehat Senior Direktur Eksekutif, Timothy Toh. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved