Kata Bijak

Kata-Kata Mutiara Islam Habib Umar bin Hafidz Penuh Hikmah dan Menggugah Iman

Umar bin Hafidz adalah seorang ulama asal Yaman yang dikenal sebagai salah satu tokoh cendekiawan muslim yang berpengaruh di dunia.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Reuters via khaleejtimes.com
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz atau yang sering dikenal sebagai Habib Umar bin Hafidz adalah seorang ulama asal Yaman. Ia merupakan tokoh cendekiawan muslim yang berpengaruh di dunia.

Beliau lahir di Yaman, 27 Mei 1963. Tokoh pendiri dan pengasuh yayasan Dar-al Musthafa, Risalah Amman ini juga merupakan ulama yang produktif dalam menulis, di antara kitab karangan beliau adalah, Is'af at Thalibi, Taujihat at-Thullab, Dhiyaullami'bidzikri Maulid an-Nabi asy-Syafi'(Maulid Nabi Muhammad SAW).

Berikut penulis rangkum kata-kata mutiara islam Habib Umar bin Hafidz Penuh Hikmah dan Menggugah Iman, sebagai berikut:

1. Penuhilah hatimu dengan kecintaan terhadap saudaramu, niscaya akan menyempurnakan kekuranganmu dan mengangkat derajatmu di sisi Allah.

2. Barang siapa semakin mengenal kepada Allah niscaya akan semakin takut kepada-Nya.

3. Barang siapa yang tidak mau duduk dengan orang-orang yang beruntung, bagaimana mungkin ia akan menjadi orang yang beruntung.

Dan barangsiapa yang duduk dengan orang-orang yang beruntung, bagaimana mungkin ia tidak akan menjadi orang yang beruntung.

4. Barang siapa menjadikan kematiaannya sebagai pertemuan dengan Sang Kekasih (Yaitu Allah swt dan Rasul-Nya), maka kematian itu merupakan hari raya baginya.

5. Barang siapa percaya dan yakin pada risalah diutusnya Nabi Muhammad saw, maka ia akan mengabdi dan menannggung sabar karenanya.

Dan barang siapa percaya yang membenarkan risalah kerasulan Muhammad saw, maka ia akan mengorbankan harta dan jiwa untuknya.

6. Kedekatan seseorang dengan para nabi pada hari kiamat menurut kadar perhatiannya terhadap dakwah saat orang tersebut berada di alam dunia.

7. Betapa anehnya penduduk bumi ini, semua yang berada di bumi ini adalah pelajaran, namun mengapa mereka tidak mau belajar darinya.

Kukira tidak ada sejengkal tanahpun di muka bumi, kecuali di situ ada ibrah (pelajaran) bagi orang yang berakal apabila mau mempelajarinya.

8. Sebaik-baik nafsu adalah yang dilawan dan seburuk-buruk nafsu adalah yang diikuti.

9. Tanpa menahan hawa nafsu maka manusia sama sekali tidak akan sampai pada Tuhannya.

Ketahuilah bahwa kedekatan manusia terhadap Allah SWT menurut kadar kebersihan jiwanya.

10. Jikalau sebuah hati telah terbuka, maka ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.

11. Barang siapa yang mempunyai samudera ilmu, kemudian kejatuhan setetes hawa nafsu, maka hawa nafsu itu akan merusak samudera tersebut.

12. Menyatunya seorang murid dengan gurunya, merupakan permulaan di dalam menyatunya dengan Rasulullah SAW. Sedangkan menyatunya dengan Rasulullah SAW, merupakan permulaan untuk lupa kepada yang selain Allah SWT.

13. Manusia di setiap waktu senantiasa terdiri dari dua golongan.

Golongan pertama adalah, golongan yang diwajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas sujud.

Sedangkan golongan kedua adalah, golongan yang di wajahnya terdapat tanda-tanda dari bekas keingkaran.

14. Barang siapa yang menuntut keluhuran, maka tidak akan peduli terhadap pengorbanan.

15. Sesungguhnya di dalam sujud terdapat hakikat, yang mana apabila cahanya turun pada hati seorang hamba, maka hati tersebut akan sujud selama-lamanya dan tidak akan mengangkat kepala dari sujudnya.

16. Yang wajib bagi kita yaitu harus menjadi da’i(menyampaikan apa yang kita ketahui) dan tidak harus menjadi qodli(hakim/orang yang memutuskan suatu perkara dalam agama) ataupun mufti (orang yang memberikan fatwa).

17.  Arti dakwah adalah memindahkan manusia dari kejelekan menuju kebaikan, dari kelalaian menuju ingat kepada Allah SWT dan dari keberpalingan kembali menuju Allah SWT, serta dari sifat yang buruk menuju sifat yang baik.

18. Syetan itu mencari sahabat-sahabatnya dan Allah pula yang menjaga kekasih-kekasih-Nya.

19. Apabila semakin agung nilai ibadah dalam hati seseorang maka ringanlah semua kebiasaan baginya dan akan keluar keagungan kebiasaan dari dirinya.

(MG-HANIF RIZAL HIDAYAT)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved