Kabupaten Magelang

DPRD Kabupaten Magelang Ingatkan Penanganan Dampak Kenaikan Harga BBM

DPRD Kabupaten Magelang Ingatkan Penanganan Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Magelang, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magelang menyoroti penggunaan APBD Perubahan 2022 Kabupaten Magelang dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada perekonomian di masyarakat.

 

Hal itu tertuang dalam pandangan umum DPRD terhadap Rancangan APBD Perubahan 2022 yang disampaikan dalam rapat paripurna Kamis (15/9/2022).

 

Fraksi PDI Perjuangan menyebutkan dengan adanya kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) yang semula Rp367 miliar menjadi Rp 402 miliar, maka Pemda harus berusaha keras untuk meningkatkan pelayanan publik dan kemandirian daerah.

 

"Pemda perlu kembali mengoptimalkan penggalian potensi PAD sebagai sumber pendapatan daerah, mengambil langkah strategis dengan melakukan terobosan yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan pelayanan publik dan kemandirian daerah," tulis Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Grengseng Pamuji.

 

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera melihat kenaikan harga BBM tergesa-gesa dan tidak mempertimbangkan efek domino yang akan muncul setelah kebijakan tersebut ditetapkan, yaitu meningkatkan angka inflasi, menurunkan daya beli masyarakat hingga berimbas kenaikan harga kebutuhan pokok.

 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved