Berita Magelang Hari Ini

Banyak Tumpukan Ranting Pohon dan Sampah di Sungai Tangsi Magelang, Warga Cemas Bila Sungai Meluap

Sampah dan ranting pohon yang terbawa arus sungai  kebanyakan berasal dari tanah longsor yang terjadi di kawasan Kajoran.

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Penampakan endapan sampah dan ranting pohon di Sunga Tangsi, Salaman, Magelang, Senin (19/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Aliran Sungai Tangsi di jembatan  jalan raya Nusupan, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang dipenuhi sampah dan ranting pepohonan, pada Senin (19/09/2022).

Tumpukan sampah dan ranting itu membuat aliran sungai menjadi tersumbat.

Bahkan, dari enam pintu air yang ada, hanya tiga yang terlihat masih lancar mengalir.

Seorang warga Salaman, Yanto (50), mengatakan sampah-sampah itu sudah ada sejak lama menutupi aliran Sungai Tangsi itu.

"Sudah lama, tidak diangkut oleh petugas. Bahkan, sampah sudah sempat menutupi beberapa pintu air,"ungkapnya.

Ia melanjutkan, dengan tertutupnya pintu air, risiko terjadinya luapan air sungai akan semakin besar.

Apalagi, saat ini sudah memasuki musim penghujan yang bisa berakibat fatal terjadinya banjir yang lebih besar.

"Yang kami cemaskan kalau sampah-sampah ini tidak segera dibersihkan yaitu sungai bisa meluap. Airnya bisa naik apalagi musim hujan, bisa-bisa jadi banjir,"tuturnya.

Samsudin, petugas Kebersihan Sungai Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah mengatakan memang sampah yang ada di Sungai Tangsi hampir 5 bulan tidak diangkut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved