Berita Bisnis Terkini

97.133 Kendaraan di DIY Daftar Subsidi Tepat Pertamina

Pendaftar meningkat pada September ini, tercatat ada 97.133 kendaraan terdaftar subsidi tepat. 

TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Tampilan website subsiditepat.mypertamina.id yang digunakan untuk pendataan kendaraan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jumlah kendaraan yang mendaftar subsidi tepat di DIY terus meningkat.

Pendaftaran subsidi tepat melalui website subsiditepat.mypertamina.id pun masih dibuka. 

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan animo masyarakat untuk mendaftar cukup tinggi. 

Pada Agustus lalu tidak kurang dari 29.000 kendaraan di DIY terdaftar dalam subsidi tepat.

Baca juga: Uji Coba Subsidi Tepat, Pertamina Batasi Pembelian Pertalite 120 Liter Per Hari

Pendaftar meningkat pada September ini, tercatat ada 97.133 kendaraan terdaftar subsidi tepat. 

"Untuk DIY, per 19 September 2022 pukul 14.00 WIB sudah ada 97.133 pendaftar," katanya, Senin (19/09/2022). 

Saat ini, Pertamina tengah melakukan uji coba sistem subsidi tepat.

Pihaknya membatasi pembelian Pertalite maksimal 120 liter per hari. 

Bagi masyarakat yang belum memiliki QR code tetap bisa membeli BBM subsidi tersebut.

Hanya saja pihak SPBU akan melakukan pencatatan nomor polisi. 

Baca juga: Begini Jawaban Pertamina Soal SPBU di Yogyakarta yang Buka 1 Jalur Pertalite untuk Motor

"Itu masih angka sementara sebagai default di sistem, akan kita sesuaikan nanti dengan ketentuan dan kuota BBM Subsidi yang tersisa. Sementara untuk solar sudah ada ketentuan dari BPH Migas batas maksimal volume pengisian," terangnya. 

Sementara bagi kendaraan yang sudah terdaftar di subsiditepat MyPertamina cukup menunjukkan QR Code saat bertransaksi.

Pihak SPBU tidak melakukan pencatatan nomor polisi kendaraan. 

"Kendaraan yang sudah mencapai batas volume pembelian BBM per hari, secara otomatis sistem tidak akan dapat mengisi kembali. Secara sistem pompa akan lock, sehingga pompa tidak bisa mengisi lagi di atas itu," imbuhnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved