Berita Purworejo

Upaya Kendalikan Inflasi, Pemkab Purworejo Gelar Operasi Pasar Murah

Operasi pasar murah ini hanya menyediakan komoditi pangan yang mengalami harga fluktuatif, semisal cabai rawit, cabai merah keriting, dan telur ayam.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Dewi Rukmini
Suasana gelaran operasi pasar murah di halaman Galeri Dekranasda, Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (16/9/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

Tribunjogja, Purworejo - Dalam menstabilkan pasokan dan harga pangan, Pemkab Purworejo menggelar operasi pasar murah di halaman Galeri Dekranasda, Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo , Jawa Tengah, Jumat (16/9/2022). 

Operasi pasar murah itu merupakan kerjasama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID ) Kabupaten Purworejo

Sekertariat Daerah (Sekda) Bidang Perekonomian Kabupaten Purworejo , Yunita Dewi Onggowati, mengatakan, kegiatan tersebut sekaligus untuk mengendalikan inflasi , khususnya di Kabupaten Purworejo . 

Baca juga: Sebanyak 2.164 Warga dari 12 Desa Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Terima BLT BBM

"Sebenernya, inflasi di Kabuaten Purworejo masih tergolong rendah sekitar 0,49 persen. Meskipun begitu, kami tetap harus beraksi dan waspada, mengingat ada kenaikan harga bbm yang memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian masyarakat," ucap Yunita kepada Tribunjogja.com , Jumat (16/9/2022).

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus diadakan setiap satu bulan sekali hingga Desember 2022.

Target dalam empat bulan tersebut, TPID Kabupaten Purworejo bisa ikut serta mengembalikan inflasi nasional dari angka 5 persen menjadi 4 persen. 

"Harapan kami inflasi segera normal, sehingga tidak meresahkan masyarakat Kabupaten Purworejo . Targetnya bisa kembali di angka 4 persen untuk 4 bulan  ke depan," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) DKPP Kabupaten Purworejo , Tri Astuti Andayani, mengungkapkan, operasi pasar murah kali ini hanya menyediakan komoditi pangan yang mengalami harga fluktuatif, semisal cabai rawit, cabai merah keriting, dan telur ayam. 

"Komoditi tersebut kami pasok langsung dari petani dan peternak, sehingga harga yang ditawarkan lebih murah ketimbang harga pasar," ungkap Tuti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved