PSIM Yogyakarta

Pelatih Fisik PSIM Yogyakarta Sebut Kondisi Fisik Pemain Meningkat Jelang Lawan FC Bekasi City

PSIM Yogyakarta akan bertolak ke markas FC Bekasi City, Stadion Patriot, pada Senin (19/9/2022) mendatang.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. PSIM Yogyakarta
Pemain PSIM Yogyakarta berdoa sebelum menggelar latihan di Stadion Mandala Krida. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih Fisik PSIM Yogyakarta, Sansan Susanpur, mengatakan progres peningkatan fisik penggawa Laskar Mataram terus meningkat jelang pertandingan pekan keempat Liga 2 2022 mendatang.

Seperti diketahui, PSIM Yogyakarta akan bertolak ke markas FC Bekasi City, Stadion Patriot, pada Senin (19/9/2022) mendatang.

Sansan menyebut persiapan PSIM Yogyakarta yang dilakukan sekitar tiga bulan lalu dengan latihan dan uji coba dinilai cukup untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2022 musim ini.

"Secara fisik sudah kuat, bahkan secara taktikal sebetulnya kuat juga. Waktu dengan Coach Imran juga sudah dipersiapkan betul, sudah didesain bagaimana caranya main di half space, di belakang, depan, bagaimana kerja tim, bagaimana main individu, dengan performa di pertandingan pertama, kedua dan ketiga sudah mulai membaik, tapi memang hanya hasilnya belum berpihak ke kita," ujar Sansan, Jumat (16/9/2022).

Namun begitu, selain kondisi fisik yang perlu dijaga supaya tetap dalam kondisi top perform, kondisi psikologis pemain PSIM Yogyakarta juga perlu dijaga bahkan ditingkatkan untuk mencapai target yang diinginkan tim musim ini.

"Perform kebugaran, psikologi itu harus dijaga terus, kalau tidak nantinya tidak maksimal. Faktor itu juga sangat menentukan pemain perform atau tidak, nanti terlihat di pertandingan," jelas pelatih fisik yang pernah menangani Tim Porda Bantul ini.

Sansan melihat dalam tiga pertandingan yang sudah dilakoni Laskar Mataram, laga melawan PSCS Cilacap di pekan ketiga Liga 2 2022 termasuk yang sudah hampir memenuhi ekspektasi tim pelatih.

"Di pertandingan ketiga sudah lebih baik lagi, kita lihat bagaimana permainan anak-anak di babak pertama. Tapi lagi-lagi belum bisa menang mungkin karena kehilangan fokus di babak kedua. Kita perlu lihat dari sisi lain, ada faktor mental yang membuat mereka dalam keadaan tertekan. Salah satunya mungkin main di home perdana, ditonton belasan ribu penonton, itu salah satu beban mereka, masing-masing pemain ingin menampilkan yang terbaik, sehingga terbawa ke lapangan. Harapannya dalam laga mendatang, kedatangan suporter bakal jadi tambahan kekuatan, bukan beban lagi," ungkap Sansan.

Selain itu, eks pelatih fisik Madura United itu juga menjelaskan untuk mengantisipasi mental pemain turun adalah dengan cara memperkuat pemain dalam latihan.

Faktor fisik, mental, taktik individu maupun tim perlu diperkuat kembali supaya semua pemain lebih percaya diri saat melakoni laga di tandang maupun kandang.

"Kita harus kuat latihan, kita buat analisis tim lawan, kita buat plan bagaimana nanti di lapangan. Sepak bola itu harus kita desain, tidak bisa asal latihan, kita harus punya tu. Di sepak bola profesional itu pemain harus lebih banyak berpikir daripada berlari," tandasnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved