Berita PLN Terkini

Beralih Ke Kompor Induksi, Warga Solo Rasakan Banyak Keuntungan

Fitri juga mengungkapkan tingkat panas dapat diatur sehingga masakan lebih cepat matang, dan tentu saja lebih aman karena tidak menggunakan api

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Komisaris PLN Tedi Bharata bersama jajaran pejabat PLN saat mengunjungi salah satu dapur warga Solo yang sudah beralih ke kompor induksi, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO – Sejak diluncurkannya Pilot Project konversi kompor LPG ke kompor induksi pada Juli 2022 lalu, masyarakat Kota Solo semakin familiar dengan cara memasak baru menggunakan kompor berbasis listrik ini. 

Menurut para penerima manfaat, menggunakan kompor induksi lebih nyaman dan irit.

Salah satu penerima kompor induksi adalah Fitri Yuliastuti.

Ia mengatakan dari segi pemakaian kompor induksi jauh lebih praktis karena tidak perlu memasang selang ke tabung gas.

“Senang pakai kompor induksi, sekarang sudah tidak perlu takut lagi pasang - pasang regulator gas, jadi mandiri juga tidak perlu minta tolong orang lagi,” terangnya.

Selain itu Fitri juga mengungkapkan tingkat panas dapat diatur sehingga masakan lebih cepat matang, dan tentu saja lebih aman karena tidak menggunakan api.

Sementara itu Marni, warga penerima kompor induksi lainnya yang berprofesi sebagai penjual cendol mengakui menggunakan kompor induksi jauh lebih hemat dibandingkan kompor konvensional, tidak seperti yang dibayangkan masyarakat umumnya.

Biasanya keperluan masak sehari - hari dan untuk berdagang cendol, ia membutuhkan 5 tabung gas 3 kg dengan harga pertabung Rp 18 - 20 ribu. 

Baca juga: Bantu Cerdaskan Bangsa, PLN Peduli Salurkan Bantuan Fasilitas Belajar di Wilayah Ngadiharjo

“Semenjak menggunakan kompor induksi pengeluaran listrik hanya sekitar Rp 50 ribu jadi bisa hemat separuhnya, padahal ga berhenti (digunakan) kompornya, sering merebus gula untuk dagangan” ungkap Marni.

Konversi kompor LPG ke kompor induksi ini merupakan wujud kontribusi PLN dalam menjalankan program pemerintah untuk menekan ketergantungan impor LPG yang terus membengkak setiap tahunnya.

Program strategis ini diharapkan akan berimbas kepada penghematan APBN.

Pada tahap pertama ini, pilot project konversi kompor LPG ke kompor listrik dilakukan di Surakarta dan Bali Selatan yang masing - masing menyasar ke 1.000 penerima manfaat yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Komisaris PLN, Tedi Bharata di sela - sela peninjauan ke rumah - rumah warga penerima manfaat pada Kamis, (15/9/2022) mengatakan bantuan ini juga sebagai wujud transformasi BUMN khususnya PLN dalam membantu masyarakat kurang mampu.

Ia berharap para penerima manfaat yang sudah merasakan keuntungan kompor induksi dapat mensosialisasikan kelebihan kompor induksi dan menjadi influencer bagi masyarakat yang masih ragu - ragu untuk beralih dari kompor konvensional. (*)
 
 
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved