Status Priority Watch List (PWL) Dapat Berdampak Negatif Pada Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Bukan predikat yang membanggakan, pasalnya Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat tersebut memandang Indonesia sebagai negara dengan pelanggaran

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - United Trade Representative (USTR) memberikan predikat Priority Watch List (PWL) kepada Indonesia. 

Bukan predikat yang membanggakan, pasalnya Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat tersebut memandang Indonesia sebagai negara dengan pelanggaran Kekayaan Intelektual (KI) yang serius. 

Menurut Kasi Pertimbangan Hukum dan Litigasi Direktorat Hak Cipta & Desain Industri Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI), Ahmad Rifadi status yang disandang Indonesia tersebut berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. 

Baca juga: Punipun dan Ratusan Cosplayer akan Meriahkan JOGJAPANFEST 2022 

Investasi asing bakal terpengaruh. Pasalnya negara lain akan menganggap Indonesia tidak mempedulikan KI. 

"Tidak hanya dari pelanggaran KI, negara lain juga akan melihat dari sisi regulasi yang dinilai tidak mendukung iklim investasi. Padahal kan untuk mengubah undang-undang kan juga tidak mudah, perlu waktu yang lama," katanya, Kamis (15/09/2022). 

Tidak hanya dari sisi investasi, dampak PWL juga membuat tingginya pajak yang dikenakan pada produk-produk Indonesia yang masuk Amerika.

Dengan begitu harga produk dari Indonesia di Amerika menjadi lebih mahal, dampaknya penjualan bakal berkurang. 

"Padahal kalau pajaknya tidak tinggi, produk-produk terutama UMKM ini kan bisa lebih mudah terserap di Amerika. Kalau jualannya lancar, tentu bisa menumbuhkan ekonomi di Indonesia dan menciptakan lapangan kerja juga," lanjutnya. 

Kondisi tersebut tidak lantas membuat DJKI berpangku tangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved