Berita Jogja Hari Ini

Disomasi Sri Sultan HB X Soal Tanah Kas Desa, Dirut PT Deztama Putri Santosa: Tidak Bangun Perumahan

Terkait klaim bahwa sekitar 11.215 meter persegi lahan yang dikelola belum mendapat izin gubernur dan IMB, Robin menegaskan bahwa izin sudah dilayangk

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur PT Deztama Putri Santosa, Robinson, menanggapi surat somasi yang dilayangkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atas dugaan penyalahgunaan tanah kas desa oleh PT Deztama Putri Santosa .

Robin saat dihubungi mengatakan, terdapat kesalahpahaman dalam persoalan tersebut, dimana pihaknya tidak pernah menjual tanah kas desa yang terletak di Dusun Nologaten, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, yang di atasnya berdiri bangunan tempat hunian itu.

Sebagai informasi, pihak PT Deztama Putri Santosa menyewa tanah kas desa di Caturtunggal seluas 13.675 meter persegi.

Dari total luasan itu baru sekitar 5.000 meter persegi yang sudah keluar izin Gubernur DIY dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Baca juga: Manajemen Baru Malioboro Mall dan Hotel Ibis Carikan Solusi Terbaik bagi Pekerja

Terkait klaim bahwa sekitar 11.215 meter persegi lahan yang dikelola belum mendapat izin gubernur dan IMB, Robin menegaskan bahwa izin sudah dilayangkan pada 2019 silam.

"Tanah 11 ribu itu sudah kami ajukan izin sejak 2019 dan karena Covid agak telat administrasinya. Berikutnya kami bangun. Saat ini sudah ada izin gubernur," kata Robin, Rabu (14/9/2022).

Dia menegaskan, pihaknya tidak pernah membangun perumahan di atas tanah kas desa.

"Tidak bangun perumahan, khusus guest house, karena area di sana area singgah hijau. Kalau bisnis spesifik masuknya guest house," ungkapnya.

Kendati demikian, informasi yang tersebar melalui iklan tertulis bahwa lokasi yang dimaksud merupakan area perumahan.

"Dalam iklan, itu semuanya tipu-tipu, itu kami akan somasi juga, dari agen yang melakukan itu agen di luar, kami tidak tahu. Kami sudah beri peringatan, kalau dijual, tidak ada dasarnya dan sudah klarifikasi ke kejaksaan, tidak ada jual, dan di luar itu di luar tanggungjawab kami. Kami pantau media sosial untuk perbaiki hoax di sosial media tentang penjualan," tegas Robin.

Skema yang ditawarkan PT Deztama Putri Santosa kepada konsumen yakni investasi sharing profit.

Yakni investasi yang dikelola PT Deztama Putri Samtosa melibatkan investor dan pemerintah.

"Ini investasi lalu dikelola oleh Deztama, antara kami dengan investor dan pemerintah, menanam modal saham apa profitnya, tapi ini inovasi kreatifitas di tanah kas desa sejak 2013. Ini guest house, Jogja sangat identik dengan guest house. Kami kerjasama ke kalurahan itu Rp 50 ribu permeter, sudah disewakan dan bagi profit," terang dia.

"Yang menempati itu yang sudah menyewa, ini sistemnya harian, mingguan bulanan. Kalau sebenarnya sewa kontrak sama saja, sebenarnya sama seperti itu, bukan rumah sama sekali, kami tidak pernah jual rumah, di luar itu adalah hoax, ada legalitas dengan investor jadi tidak ada rumah," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved