Berita Kota Magelang Hari Ini

Aset Gedung Dikembalikan ke TNI, Pemkot Magelang Bakal Pindah ke Kantor Baru

Polemik kepemilikan aset tanah dan bangunan Eks Mako Akabri yang selama ini digunakan untuk perkantoran Pemkot Magelang menemui kesepakan

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Penampakan gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang dihibahkan Kemenkeu kepada Pemkot Magelang, Rabu (14/09/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Polemik kepemilikan aset tanah dan bangunan Eks Mako Akabri yang selama ini digunakan untuk perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang akhirnya menemui kesepakatan.

Kesepakatan itu dituangkan dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Pemkot Magelang, tentang Penyerahan dan Penerimaan Hibah Tanah dan Bangunan di Kota Magelang, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (13/9/2022).

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, mengatakan intinya ada tiga pihak yang melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman yakni pihak pertama Asisten Logistik Panglima TNI Haryomo dalam hal ini bertindak atas nama Panglima TNI.

Pihak kedua perwakilan dari Kemenkeu Heru Pambudi dan pihak ketiga Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz bertindak atas nama Kota Magelang.

"Ketiga belah pihak ini sudah sepakat, yang mana Pihak Pertama (TNI) menerima pengembalian pemanfaatan aset kantor yang sekarang dimanfaatkan oleh Pemkot Magelang. Jadi, Pemkot Magelang akan menyerahkan aset yang dipakai ini beserta bangunan dan fasilitas yang  sudah dibangun kepada Panglima TNI,"ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (14/09/2022).

Ia melanjutkan, aset yang dikembalikan ke pihak TNI seluas 40.000 meter persegi, meliputi semua gedung kantor kecuali, gedung Wiworo Wiji Pinilih yang terletak di dekat kantor DPRD Kota Magelang dengan luas hampir 8000 meter persegi.

Serta, gedung arsip yang berada di bagian paling belakang dari kantor Pemkot Magelang saat ini.

"Kantor DPRD Kota Magelang tidak ada perubahan, tetap disana. Justru kenapa gedung Wiworo Wijih Pinilih diberikan pihak TNI kepada Pemkot  karena pertimbangannya akses DPRD  yang berada di belakang gedung itu. Jadi, ini keputusan bijak yang sangat luar biasa, yang diambil  hanya 40.000 m2 saja pak. Kalau gedung arsip juga tidak, karena  itu punya (membangun) Pemkot Magelang," ungkapnya.

Kesepakatan selanjutnya, tambahnya, Pemkot Magelang menerima hibah tanah dan bangunan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI yakni gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPLK) Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan, berlokasi di kawasan Alun-Alun Kota Magelang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved