PSIM Yogyakarta

Nasib Imran Nahumarury di PSIM Yogyakarta Bakal Ditentukan Sore Ini

Desakan suporter cukup beralasan, pasalnya dari tiga laga yang sudah dilakoni Laskar Mataram di kompetisi Liga 2 2022, tiga kali pula ditahan imbang.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Pelatih PSIM Yogyakarta, Imran Nahumarury memberikan instruksi kepada anak asuhnya pada sesi latihan di Stadion Mandala Krida, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM- CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo memastikan segera mengambil sikap terkait nasib sang juru taktik Imran Nahumarury di klub berjuluk Laskar Mataram.

Ia berujar, sore ini manajemen Laskar Mataram segera memberikan pengumuman secara resmi, apakah Imran akan dicopot dari kursi pelatih atau diberi kesempatan lagi untuk melatih.

"Sore ini ada announcement," kata Bima Sinung kepada Tribun Jogja melalui pesan singkat.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, suporter PSIM terus mendesak agar manajemen segera mencopot Imran dari kursi pelatih.

Desakan suporter cukup beralasan, pasalnya dari tiga laga yang sudah dilakoni Laskar Mataram di kompetisi Liga 2 2022, tiga kali pula ditahan imbang. Terbaru Aditya Putra Dewa dkk harus rela berbagi poin dengan PSCS Cilacap setelah hasil imbang 1-1, Minggu (11/9/2022) di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Hasil itu sontak menjadi bahan kritik suporter karena gagal meraih kemenangan di depan mata, sekaligus memperagakan permainan buruk saat babak kedua.

Sebelumnya Bima Sinung mengatakan, nasib Imran di PSIM terus bahas secara internal, baik dengan investor, stakeholder sepakbola Yogya dan pelatihnya juga.

Diskusi ini menurutnya sangat penting agar apapun keputusan yang akan dikeluarkan, akan menjadi keputusan terbaik dan bukan keputusan yang serampangan, atau diambil di saat yang tidak tepat.

"Kami tidak ingin panik dan membuat keputusan yang salah. Untuk itu, kami akan matangkan dulu keputusan ini. tapi yang pasti, keputusan ini didasari pada performance tim PSIM," tegasnya.

Saat ini, Bima mengakui penampilan tim berlogo Tugu Pal Putih itu memang belum sesuai yang diinginkan semua pihak termasuk manajemen. 

"Untuk hasil, memang kita belum dapat (karena belum mencatat kemenangan), itu juga yang menjadi konsen kami. Tapi timing-nya (mengganti pelatih) harus kita pikirkan juga. Jangan sampai kita blunder yang membuat tim justru semakin terpuruk," ungkapnya.

Bima beralasan, keputusan soal Imran tidak diambil lebih cepat ataupun lebih lama lantaran masih berdiskusi terkait siapa sosok yang akan mengganti Imran jika nantinya benar-benar harus angkat koper dari Laskar Mataram.

Terlebih saat ini situasinya kompetisi nasional sudah berjalan, tidak banyak pilihan pelatih yang tersedia. Jelas saja PSIM tak mau jika kualifikasi pelatih pengganti justru di bawah ekspektasi.

"Kami melihatnya pasti dengan segala pertimbangan, apakah masih lanjut atau tidak akan ada pertimbangan dari berbagai sisi. Walaupun kita keluarkan, siapa gantinya? Apalagi kedepan kita harus masih harus menghadapi beberapa pertandingan yang cukup krusial. Walaupun diganti, kualifikasinya juga harus lebih baik, jangan di bawahnya," tukasnya.

(han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved