Berita Magelang Hari Ini

Kisah Mbah Yono yang Namanya Diabadikan dalam Prasasti Bersama 600 Pemugar Candi Borobudur

Mbah Yono diketahui berkecimpung dalam proyek pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1974.

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Penampakan prasasti nama-nama 600 pemugar Candi Borobudur yang diresmikan oleh Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makariem, Selasa (13/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sebanyak 600 nama pemugar Candi Borobudur tahun 1973-1983 diabadikan dalam sebuah prasasti yang diletakkan di dekat area Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Prasasti itu telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, pada Selasa (13/09/2022).

Dalam peresmian tersebut, turut hadir pula orang-orang berjasa dalam membangun struktur Candi Borobudur.

Satu di antaranya adalah Yono Sudarto (69).

Mbah Yono diketahui berkecimpung dalam proyek pemugaran Candi Borobudur pada tahun 1974.

Dirinya dipercaya menjadi bagian Chemical Archeology atau bagian perawatan bebatuan.

Dia mengemban tugas sebagai pemeta bebatuan candi. 

Dulunya, dalam proyek pemugaran Candi Borobudur dibagi dalam tiga kelompok yani bagian keamanan, teknik arkeologi dan Chemical Archeology. 

"Itu, batu-batu  (bebatuan candi) diturunkan semua  ke bawah lalu dicuci. Kalau saya  bagian dari pemetaan batu, yakni proses penempatan batu-batu. Kan, batu-batu itu ditata dalam petakan lalu dicuci, diperbaiki, lalu dipasang kembali. Juga ada proses peng-ovenan batu. Itu, prosesnya lama sekitar dua bulan lebih,"ujarnya saat ditemui di kawasan Candi Borobudur, pada Selasa (13/09/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved