Berita Sleman Hari Ini

Antisipasi Kebocoran Data, Kepala Diskominfo Sleman Ingatkan Hal Ini Kepada Warganya

Peretasan data pribadi yang dilakukan seseorang dengan identitas Bjorka, membuat berbagai pihak institusi termasuk pemerintah harus memperketat

istimewa
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peretasan data pribadi yang dilakukan seseorang dengan identitas Bjorka, membuat berbagai pihak institusi termasuk pemerintah harus memperketat sistem pengelolaannya dengan baik.

Kendati demikian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro, mengatakan, tidak hanya dari sisi pemerintahan saja yang harus menjaga dan mengawasi data pribadinya.

Baca juga: Simpatisan Calon Lurah Gilangharjo Bantul Disebut Tak Bermaksud Melakukan Kampanye Terselubung

Oleh karena itu, ia berharap setiap individu harus bisa turut menjaga kerahasian datanya masing-masing. 

"Artinya, apapun kerahasiaan data, baik password credit card, sosial media, jangan menggunakan bagian dari data-data pribadi masing-masing," katanya kepada awak media di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Selasa (13/9/2022).

Sebagai contoh, pada saat ini banyak orang yang telah menggunakan data pribadi sebagai password credit card.

Banyak di antaranya, password yang digunakan berasal dari tanggal lahir hingga nomor telepon.

Mengingat kemajuan teknologi saat ini yang terus berkembang pesat, membuat para pelaku kejahatan kian mudah mencari identitas diri orang lain untuk menarik keuntungannya tersendiri. 

Baca juga: Dicatut Sebagai Anggota Parpol, 16 Orang Mengadu ke Bawaslu Sleman

Maka dari itu, tidak heran di antara pelaku kejahatan sering mengelabui korban dengan tujuan untuk menarik uang dari korban tersebut.

"Terlepas dari situs peretasan, saya melihat banyak terkait dengan kebocoran data pribadi. Ada data BPJS, data Dukcapil, terus ada data pelanggan operator telepon. Pasti arah-arahnya ke data pribadi. Dan memang sepintas data yang terlihat itu benar data yang bersangkutan," tutur Eka.

Melalui hal itu, pihaknya telah melakukan antisipasi kebocoran data pribadi dengan melaksanakan pengawasan data selama 24 jam serta telah menyusun strategi khusus. (Nei)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved