Berita Magelang Hari Ini

BPBD Magelang Ingatkan Masyarakat Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Hujan Disertai Angin Kencang

Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang diperkirakan akan berlangsung pada awal September hingga Oktober 2022.

Dok.BPBD Magelang
Sebuah pohon ambruk menimpa rumah warga di Dusun Baron, Desa Tanjung, Kecamatan Muntilan, akibat hujan deras dan angin kencang yang menerpa wilayah Kabupaten Magelang, Sabtu (10/09/2022) kemarin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mengeluarkan imbauan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang di wilayahnya.

Kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Magelang, Gunawan Imam Suroso, mengatakan potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung pada awal September hingga Oktober 2022.

Dari hasil monitoring HTH (Hari Tanpa Hujan) dan Analisis Curah Hujan  akan berlangsung mulai Dasarian ke I September 2022.

Lalu, Prakiraan Probabilistik Dasarian II  terjadi pada September 2022 dan Prakiraan Deterministik Dasarian II  akan berlangsung pada September sampai dengan Dasarian II Oktober 2022.

"Dengan perkiraan tingginya curah hujan sekitar 21-100 mm. Dengan peluang turunnya hujan menengah dengan tinggi curah hujan 51-150 mm sebesar 60 persen,"ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (11/09/2022).

Ia menambahkan, dari adanya potensi cuaca ekstrem tersebut dampak yang ditimbulkan berupa banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air. Lalu, angin puting beliung, pohon tumbang, hingga jalanan licin.

Bahkan pada Sabtu (10/09/2022) kemarin, terjadi pohon tumbang yang menimpa satu rumah warga akibat angin kencang disertai hujan yang lebat.

"Ditambah kondisi pohon yang sudah lapuk. Tidak ada korban jiwa nampun terjadi kerusakan pada atap rumah. Untuk saat ini, sudah dilakukan penanganan dengan menyalurkan bantuan kepada korban,"ungkapnya.

Adapun selama pendataan dari awal September tercatat terjadi bencana sebanyak 6 kejadian.

Rinciannya, 2 tanah longsor, 1 angin kencang, 1 kebakaran, 2 kejadian lain.

"Maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjauhi wilayah bantaran sungai, tubuh air atau wilayah banjir, serta lereng yang rawan longsor,"tutupnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved