Berita DI Yogyakarta Hari Ini

BKKBN Kumpulkan 1.000 Bidan Yogyakara, Diberi Tugas Berat Pengentasan Stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN ) menggandeng para bidan di DIY, untuk terlibat aktif dalam pengentasan stunting .

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo saat memberikan materi dalam "Program Edukasi 1.000 Bidan dan Intervensi Stunting", di Yogyakarta, Minggu (11/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana ( BKKBN ) menggandeng para bidan di DIY, untuk terlibat aktif dalam pengentasan stunting .

Oleh sebab itu, edukasi terkait pola-pola penanganan, hingga teknologi penunjang terbaru pun digetoktularkan BKKBN .

Kepala BKKBN , Hasto Wardoyo, di sela "Program Edukasi 1.000 Bidan dan Intervensi Stunting", di Yogyakarta , Minggu (11/9/2022), menyampaikan, bahwa bidan merupakan ujung tombak dalam pelayanan di tengah masyarakat. 

"Kita tahu, yang riil action di lapangan adalah bidan. Nah, mereka di desa-desa yang paling dekat dengan warga atau keluarga. Kalau anak demam, ibu hamil, pendarahan, mau melahirkan, yang dicari pasti bidan ," ungkapnya.

Baca juga: BKKBN Gulirkan Program Generasi Berencana untuk Redam Fenona Janda Usia Sekolah

Karena itu, edukasi terkait pencegahan stunting sangat penting dibekalkan kepada para bidan .

Apalagi, dirinya tak menampik, untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang benar-benar mumpuni, dibutuhkan waktu lama.

"Kalau kita belum bisa memperbaiki 100 persen jamban bagus, 100 persen air bersih, kemudian 100 persen rumah tidak kumuh, butuh waktu dan biaya," cetusnya.

"Ketika kita belum mempunyai biaya yang cukup untuk memperbaiki aspek lingkungan, maka langkah yang paling efektif ialah mengawal kehamilan," lanjut Hasto.

Ia menjelaskan, capaian Yogyakarta dalam penanganan stunting terbilang cukup baik, di mana presentasenya telah menyentuh 17 persen.

Bahkan, sebelum 2024, Pemda DIY menargetkan dapat menekan hingga 14 persen.

"Yang tertinggi itu di Gunungkidul, daerah lainnya sudah di bawah 17 persen. Kemudian, angka kematian bayi 12 per 1.000 dan kematian bayi 30 per tahun," cetusnya.

Selaras dengan data tersebut, BKKBN pun memberanikan diri, untuk mengajak para bidan di Yogyakarta 'berlari' lebih kencang.

Dalam artian, tugas yang dibebankan untuk para bidan akan lebih ditingkatkan.

Menurutnya, para bidan di Yogyakarta , jelas mumpuni mengemban amanat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved