Ratu Elizabeth II Meninggal

Terjemahan Teks Lengkap Pidato Pertama Raja Charles III Setelah Naik Tahta Jadi Raja Inggris

Teks Lengkap Pidato Pertama Raja Charles III pada 10 September 2022 Setelah Naik Tahta Menjadi Raja Inggris (BAHASA INGGRIS)

DOK. YouTube Channel 4
Terjemahan Teks Lengkap Pidato Pertama Raja Charles III Setelah Naik Tahta Jadi Raja Inggris 

Sepanjang hidupnya, Yang Mulia Ratu, ibunda saya tercinta (Ratu Elizabeth II), adalah inspirasi, teladan, bagi saya dan seluruh keluarga saya.

Dan kami berutang padanya, sebuah utang paling tulus yang bisa dimiliki keluarga mana pun kepada ibu mereka, untuk cinta, kasih sayang, bimbingan, pengertian, dan teladannya.

Ratu Elizabeth II menjalani kehidupannya dengan baik. Sebuah janji dengan takdir yang dia tepati. Duka paling dalam atas meninggalnya (Ratu Elizabeth II).

Janji pelayanan seumur hidup itu, saya perbarui kepada Anda semua hari ini, di samping kesedihan pribadi yang dirasakan seluruh keluarga saya.

Kami juga berbagi dengan banyak dari Anda di Inggris, di semua negara, di mana Ratu menjadi kepala negara di persemakmuran dan di seluruh dunia, rasa syukur yang mendalam selama lebih dari 70 tahun, di mana ibu saya, sebagai Ratu, melayani orang-orang dari begitu banyak negara.

Pada tahun 1947, pada hari ulang tahunnya yang ke-21, dia (Ratu Elizabeth II) berjanji dalam siaran dari Cape Town ke Negara Persemakmuran, untuk mengabdikan hidupnya, entah itu (dalam periode waktu) pendek atau panjang, untuk melayani rakyatnya.

Itu lebih dari sebuah janji, itu adalah komitmen pribadi yang mendalam, yang mendefinisikan seluruh hidupnya. 

Dia telah banyak berkorban untuk tugasnya (sebagai Ratu Inggris). Dedikasi dan pengabdiannya pada kedaulatan tidak pernah goyah.

Melalui masa-masa perubahan dan kemajuan, melalui saat-saat sukacita dan perayaan, dan melalui saat-saat kesedihan dan kehilangan dalam kehidupan pelayanannya.

Kami melihat kecintaan yang abadi dalam tradisi, bersama dengan pelukan kemajuan yang tak kenal takut, yang membuat kami menjadi bangsa yang hebat. 

Kasih sayang, kekaguman dan rasa hormat yang dia ilhami, menjadi ciri khas pemerintahannya.

Dan menurut kesaksian setiap anggota keluarga saya, dia (Ratu Elizabeth II) menggabungkan kualitas-kualitas ini dengan kehangatan, humor, dan kemampuan yang tak pernah salah, (dia) selalu melihat hal terbaik dari orang-orang.

Saya menghormati kenangan ibu saya, dan saya menghormati kehidupan pelayanannya.

Saya tahu bahwa kematiannya membawa kesedihan besar bagi banyak dari Anda, dan saya berbagi rasa kehilangan yang tak terkira dengan Anda semua.

Ketika Ratu naik takhta, Inggris dan dunia masih menghadapi kekurangan akibat Perang Dunia II, dan masih hidup dengan konvensi zaman sebelumnya.

Selama tujuh puluh tahun terakhir, kita telah melihat masyarakat kita menjadi salah satu dari banyak budaya dan kepercayaan.

Pada gilirannya, lembaga-lembaga negara telah berubah. 

Namun, melalui semua perubahan dan tantangan, bangsa kita dan keluarga besar negara pesemakmuran, yang bakat, tradisi, dan prestasinya, saya sangat banggakan, telah makmur dan berkembang. 

Nilai-nilai kita tetap, dan harus tetap konstan.

Peran dan tugas monarki juga tetap ada, seperti halnya hubungan dan tanggung jawab khusus penguasa terhadap Gereja Inggris. Gereja, di mana iman saya sendiri berakar begitu dalam.

Dalam keyakinan itu, dan nilai-nilai yang diilhaminya, saya dibesarkan untuk menghargai rasa kewajiban kepada orang lain, dengan sangat menghormati tradisi yang berharga, kebebasan, dan tanggung jawab dari sejarah kita yang unik, dan sistem pemerintahan parlementer kita.

Seperti yang dilakukan Ratu sendiri dengan pengabdian yang tak tergoyahkan, saya juga sekarang, dengan sungguh-sungguh, berjanji pada diri saya sendiri, (bahwa) sepanjang waktu yang Tuhan berikan kepada saya, (saya akan) menegakkan prinsip-prinsip konstitusional di jantung bangsa kita.

Dan di mana pun Anda tinggal di Inggris, atau di negara pesemakmuran dan wilayah di seluruh dunia, dan apa pun latar belakang atau kepercayaan Anda, saya akan berusaha melayani Anda dengan kesetiaan, rasa hormat, dan cinta.

Seperti yang saya alami sepanjang hidup saya, hidup saya tentu saja akan berubah saat saya mengambil tanggung jawab baru saya.

Tidak mungkin lagi bagi saya untuk memberikan begitu banyak waktu dan energi saya untuk amal dan masalah yang sangat saya pedulikan.

Namun, saya tahu pekerjaan penting ini akan terus berlanjut di tangan orang lain yang dapat dipercaya.

Ini juga merupakan masa perubahan bagi keluarga saya.

Saya mengandalkan bantuan penuh kasih dari istri saya tercinta, Camilla. Sebagai pengakuan atas pelayanan publiknya yang setia sejak pernikahan kami 17 tahun yang lalu, dia menjadi Queen Consort (Ratu Permaisuri).

Saya tahu, dia (Ratu Permaisuri Camilla) akan memenuhi tuntutan peran barunya, pengabdian yang teguh pada tugas yang sangat saya andalkan.

Ketika pewaris saya, William, mengambil gelar Skotlandia, yang sangat berarti bagi saya, dia (William) telah berhasil menggantikan saya sebagai Duke of Cornwall dan mengambil tanggung jawab untuk Cornwall, yang (sebelumnya) telah saya lakukan selama lebih dari lima dekade.

Hari ini, saya dengan bangga mengangkatnya sebagai Prince of Wales, Tywysog Cymru (Pangeran Wales di Welsh), negara yang gelarnya sangat istimewa bagi saya selama hidup dan tugas saya.

Dengan Catherine di sampingnya, Pangeran dan Putri baru Wales, saya tahu, (mereka) akan terus menginspirasi dan memimpin perbincangan nasional kita, membantu membawa kaum marginal ke pusat, di mana bantuan vital dapat diberikan.

Saya juga ingin mengungkapkan rasa cinta saya untuk Harry dan Megan, di mana mereka terus membangun kehidupan mereka di luar negeri.

Dalam waktu kurang dari seminggu, kita akan berkumpul sebagai sebuah bangsa, sebagai persemakmuran, dan komunitas global, untuk membaringkan ibunda tercinta (Ratu Elizabeth II) untuk beristirahat.

Dalam kesedihan kita, marilah kita mengingat, dan menarik kekuatan dari terang teladannya.

Atas nama seluruh keluarga saya, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih yang paling tulus dan sepenuh hati, atas belasungkawa dan dukungan dari Anda.

Belasungkawa dan dukungan dari Anda, lebih berarti bagi saya daripada yang bisa saya ungkapkan.

Dan… untuk mamaku tersayang… selagi kau memulai perjalanan besar terakhirmu untuk bergabung dengan mendiang papaku tersayang, aku hanya ingin mengatakan ini... terima kasih.

Terima kasih, atas cinta dan pengabdianmu kepada keluarga kita, dan kepada keluarga bangsa-bangsa yang telah kau layani dengan tekun selama ini. Semoga malaikat-malaikat yang terbang menyanyikanmu untuk peristirahatanmu. " ***

(Tribunjogja.com/ANR)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved