Breaking News:

Otomotif

Ini Dia Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Agar Lampu Rem Motor Semakin Awet

Beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan agar lampu rem motor kesayangan bisa berumur panjang.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Ilustrasi lampu belakang motor 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA – Stop Lamp yang populer dikenal sebagai lampu rem adalah salah satu komponen vital pendukung keselamatan berkendara di jalan raya sekaligus berfungsi sebagai alat komunikasi antara pengendara dengan
pengendara lain di belakangnya.

Saat pengendara sepeda motor mengurangi kecepatan sepeda motornya dengan cara mengoperasikan piranti rem,
secara otomatis lampu rem akan menyala sehingga pengendara di belakang bisa mengetahui jika pengendara di
depannya sedang mengurangi kecepatan serta bisa mengantisipasi kondisi tersebut sehingga tidak terjadi kecelakaan.

Oleh karena itulah sebelum berkendara di jalan raya, pengendara wajib memeriksa dan memastikan bahwa lampu rem
di sepeda motornya dapat beroperasi dengan baik.

Seiring dengan berjalannya waktu dan pemakaian, tidak menutup kemungkinan lampu rem tersebut akan mati.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta Danang Priyo Kumoro memaparkan beberapa hal yang perlu
dilakukan dan diperhatikan agar lampu rem motor kesayangan bisa berumur panjang.

1. Hindari penggantian komponen tidak sesuai standar

  •  Salah satu penggantian komponen pada bagian lampu adalah penggantian lampu dengan kapasitas daya yang lebih besar. Pada pemakaian jangka panjang, lampu dengan daya lebih besar beresiko memicu kerusakan pada komponen kelistrikan lainnya.

2. Hindari menempelkan jari tangan di tuas rem

  • Saat berkendara upayakan jari tangan tidak menempel pada tuas rem secara terus menerus.

     Karena tanpa disadari, tuas rem bisa sedikit tertarik yang membuat aliran listrik terhubung ke lampu rem sehingga lampu rem       terus menyala.

     Selain bisa membuat lampu rem bekerja terus-menerus, kondisi tersebut juga bisa menimbulkan salah komunikasi dengan             pengendara di belakang.

3. Kurangi kecepatan saat melintas di jalan rusak

  • Saat melintasi jalan rusak dengan kecepatan cukup tinggi, getaran yang ditimbulkan akan semakin tinggi.
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved