Ibu Aniaya Anak di Lampung

Tak Pernah Dinafkahi, Seorang Ibu di Lampung Aniaya Anak Sendiri, Lalu Videonya Dikirim ke Suami

Seorang ibu di Kabupaten Lampung Utara, Lampung tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga kesulitan bernafas.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, LAMPUNG - Seorang ibu di Kabupaten Lampung Utara, Lampung tega menganiaya anak kandungnya sendiri hingga kesulitan bernafas.

Pelaku menganiaya anaknya dengan cara menginjak dadanya hingga menggikat anaknya dengan kain di atas kasur hingga anaknya terjatuh ke kasur.

Terdengar juga suara wanita tersebut mengucapkan sumpah serapah serta alasan penyiksaan terhadap anaknya.

"Nih lihat, bapak biadab suka selingkuh, anak mati enggak dipikirin! Nih, lihat, jangan bikin saya gila!" ujar wanita itu.

Aksi penganiayaan tersebut sempat diabadikan melalui kamera video dan menyebar ke media sosial.

Total ada tiga video aksi penganiayaan yang dilakukan wanita itu.

Video penganiayaan itu pun viral.

Setelah diusut, ternyata aksi biadap itu dilakukan oleh LFN, warga Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.

Baca juga: Temuan Kerangka Manusia Terkubur Pakai Bra di Godean, Polisi : Warga Sempat Cium Bau Menyengat 

Penganiayaan itu dilakukan oleh LFN lantaran kesal dengan suaminya.

Dikutip dari Kompas.com, LFN langsung diamankan aparat kepolisian setelah video aksi penganiayaan itu viral di media sosial.

"Benar, sudah diamankan oleh anggota Polsek Bukit Kemuning," kata Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail, Rabu (7/9/2022) malam.

Menurut polisi,  pelaku melakukan penyiksaan terhadap anaknya karena kesal dengan suaminya.

Sebab, selama ini, sang suami disebut-sebut tidak pernah menafkahi keluarga.

"Video itu dikirimkan ke suaminya dengan tujuan agar tersangka diberi nafkah," ujar Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Eko Rendi, Kamis (10/9/2022).

Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan pendalam terkait motif pelaku.

Sementara itu, Camat Buktkemuning, Hendry Dunant akan mengupayakan solusi terbaik atas permasalahan yang menimpa warganya itu.

"Kasihan anaknya yang masih bayi, dia masih butuh seorang ibu. Ini yang akan kami carikan solusinya secepat mungkin," bebernya.(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved