Liga 1

PSS Sleman vs Persis Solo: Super Elja Dibayangi Rekor Buruk di Kandang dan Tumpulnya Lini Depan

Tercatat, dari total 4 laga kandang yang dilakoni di Stadion Maguwoharjo, PSS Sleman kalah 3 kali dari PSM Makassar, Persib Bandung dan Persebaya.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Joko Widiyarso
dok ligaindonesiabaru
Selebrasi penggawa PSS Sleman menyambut gol yang diciptakan Todd Ferre ke gawang Barito Putera pada pekan keempat Liga 1 2022/23. 

TRIBUNJOGJA.COM- Minimnya jumlah gol serta rekor buruk di laga kandang menjadi pekerjaan rumah yang wajib dibenahi PSS Sleman jelang laga pekan ke-9 Liga 1 2022/23 kontra Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (10/9/2022) mendatang.

Dari 8 laga yang sudah dilakoni Laskar Sembada, penyerang asing yakni Mychell Chagas tak kunjung mengakhiri paceklik gol. PSS tercacat menjadi salah satu kontestan Liga 1 dengan jumlah gol paling sedikit, yakni 7 gol, hanya unggul dari juru kunci Persik Kediri yang baru mengemas 3 gol.

Selain itu, PSS Sleman juga dibayangi buruknya rekor di laga kandang. Tercatat, dari total 4 laga kandang yang dilakoni di Stadion Maguwoharjo, PSS Sleman kalah 3 kali dari PSM Makassar, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya.

PSS Sleman baru dapat 3 poin di laga kandang, saat menang dari Barito Putera 1-0 pada 13 Agustus 2022 lalu.

Adapun saat ini, tim berjuluk Elang Jawa itu bertengger di posisi ke-12 dengan mengemas 9 poin.

Juru taktik PSS, Seto Nurdiyantoro berharap, laga kontra Persis Solo dapat menjadi momentum Super Elang Jawa memutus rekor buruk tiap berlaga di laga kandang.

Bagi Seto, pekan ke-9 ini menjadi tonggak penting bagi anak asuhnya, menghilangkan beban pemain dan membangun kembali kepercayaan diri menatap laga-laga berikutnya.

"Akhir pekan nanti kita akan melawan Persis Solo, saat ini mereka juga belum konsisten, tapi kami juga belum konsisten saat tampil di kandang. Kita akan lebih saling bicara lagi dengan pemain mudah-mudahan menemukan solusinya," kata Seto.

Pelatih asal Kalasan Sleman ini mengatakan harapannya pada laga melawan tim promosi Liga 1 tersebut akan menyajikan pertandingan yang menarik untuk dinikmati.

"Meski sama-sama belum konsisten, mudah-mudahan jadi laga yang menarik. Harapannya tentu kita bisa perbaiki hasil saat tampil di kandang sendiri," sambungnya.

Di sisi lain, PSS Sleman akan tampil tanpa dukungan langsung dua wadah suporter setianya, Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) pada saat lawan Persis Solo.

Keduanya menyatakan untuk menarik diri atau menepi sejenak dari tribun penonton sebagai bentuk berkabung dan menghormati dua keluarganya yang meninggal dunia dengan rentang waktu kurang dari satu bulan, akibat aksi kekerasan atas nama suporter dan sepak bola.

Tidak hadirnya suporter setia Super Elja di stadion tentunya akan ada dua sisi yang bisa dilihat secara berbeda. Pertama pemain tidak akan mendapat dukungan yang membakar semangat secara langsung saat bertanding, atau yang kedua beban yang selama ini dirasakan pemain saat laga kandang akan terasa lebih ringan.

Pernah diakui oleh kapten PSS Sleman, Manda Cingi beberapa waktu lalu apabila tampil di hadapan pendukung sendiri adalah sebuah beban yang cukup berat.

Pasalnya setiap individu pemain punya ego untuk menunjukkan permainan terbaiknya, untuk membuktikan diri dihadapan para suporter.

Meski demikian, Seto berharap para pendukung setia Super Elja tetap memberikan dukungan meski tak datang langsung ke stadion.

"Harapannya tetap saling sinergi, pengaruh pasti ada tanpa suporter. Yang utama adalah dukungan dan doanya untuk tim," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved