Berita Klaten Hari Ini

Cegah Perundungan di Sekolah, Kepala SMP di Klaten Ikuti Seminar

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pendidik terkait perilaku bullying atau perundungan khususnya di lingkungan sekolah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Pembukaan seminar pencegahan bullying di sekolah di Pendopo Pemkab Klaten, Kamis (8/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Klaten menggelar seminar pencegahan bullying di lingkungan sekolah, Kamis (8/9/2022).

Seminar yang digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten ini diikuti pendidik tingkat SMP se-Kabupaten Klaten.

Ketua MKKS SMP Klaten , Kamidi mengatakan seminar ini diikuti kepala dan wakil kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan pendidik tingkat SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Klaten  .

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pendidik terkait perilaku bullying atau perundungan khususnya di lingkungan sekolah.

Baca juga: Belasan Siswa SMP Swasta di Klaten Kena Hukuman Fisik, Anggota DPRD Klaten Angkat Bicara

"Tujuan kegiatannya pendidik menjadi paham apa dan bagaimana perilaku bullying terjadi sehingga bisa melakukan pencegahan," kata dia.

Menurutnya kegiatan ini digelar karena keprihatinan MKKS SMP Kabupaten Klaten karena munculnya perilaku perundungan di kalangan siswa setelah pembelajaran tatap muka kembali dimulai usai pandemi Covid-19 .

Di sisi lain, siswa yang menjadi pelaku dan korban justru tidak memahami perilaku yang dilakukan merupakan perundungan.

"Pembelajaran kembali ke tatap muka setelah Covid. Namun ada pola pikir dan ganjil, yaitu muncul perundungan, tetapi siswa pelaku tidak paham dan tidak merasa bahwa perbuatannya merupakan pelanggaran hukum. Sebagai insan pendidik, ada peran untuk menjamin hak siswa," ungkapnya.

Sementara itu, Wikan Putri Larasati, pakar psikologi pendidikan yang menjadi narasumber dalam seminar pencegahan bullying di lingkungan sekolah, menyampaikan bullying merupakan tindak kekerasan atau agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh yang memiliki kelebihan kepada orang lain, serta dilakukan berulang.

Bentuknya perundungan secara fisik, verbal, dan relasional hingga menyebabkan penyebaran rumor negatif, mengabaikan, mengisolasi, seseorang dalam kelompok.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved