Berita Klaten Hari Ini

Melihat Tembakau Asepan asal Klaten, Berkualitas Ekspor untuk Bahan Baku Cerutu

Tembakau asepan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah lama dikenal akan kualitasnya. Tak hanya diburu pabrik rokok dari dalam negeri, pabrik rokok

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Seorang petani tembakau menjemur tembakau asepan di samping rumahnya di Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (7/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tembakau asepan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah lama dikenal akan kualitasnya.

Tak hanya diburu pabrik rokok dari dalam negeri, pabrik rokok dan cerutu luar negeri juga meminati tembakau asepan itu.

Untuk mempertahankan kualitas tembakau asepan asal Klaten itu, dilakukan dengan memperhatikan berbagai cara mulai dari pembibitan, pola penanaman, kandungan air, pengasapan hingga penjemuran.

Baca juga: Harga BBM Naik, Belum Ada Kenaikan Tiket Wisata di Sleman

Seorang petani tambakau asal Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Juwandi (53) mengatakan saat ini dirinya menanam sekitar 10 hektare tambakau yang tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Kalikotes dan Kecamatan Trucuk.

"Kalau jenis tembakau yang saya tanam itu lokal, grompol jatim. Ini kualitasnya kita jaga sedemikian rupa karena untuk kebutuhan ekspor," ujarnya saat TribunJogja.com temui di Desa Kalikotes, Kecamatan Kalikotes, Rabu (7/9/2022).

Menurut dia, tembakau yang ia ekspor itu digunakan untuk isi cerutu oleh perusahaan rokok dan cerutu di negara-negara Uni Eropa dan Amerika.

"Kalau bicara prospek, kita tentu berorientasi pada pasar yang jelas dan dari kita menyediakan kualitas tembakau yang baik juga," katanya.

Ia mengatakan, sebelum diekspor, tembakau asepan itu akan menjalani beberapa tahapan mulai dari pengasapan di dalam oven hingga penjemuran di bawah sinar matahari.

"Untuk pengasapan dan penjemuran ini, bisa dilakukan selama dua minggu, sebab api yang digunakan harus terukur tidak besar atau kecil," jelasnya.

Baca juga: Sebanyak 95 Ribu Lebih KPM di Gunungkidul Jadi Penerima BLT BBM

Juwandi mengatakan, di rumahnya terdapat enam oven yang digunakan untuk pengasapan. Satu oven mampu menampung 6 ton tembakau.

"Jadi kalau satu kali produksi itu bisa 30 ton dan ini apinya berasal dari bonggol jagung," ucapnya.

Menurut dia, lahan tembakau 10 hektare miliknya itu semuanya diolah menjadi tembakau asepan bukan tembakau rajangan.

"Sekali panen pada lahan 10 hektare ini bisa 50 ton tembakau kering. Kita sudah mitra dengan perusahaan asing jadi kita tidak ada tembakau rajangan, semuanya tembakau asepan," kata dia. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved