Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim: Bantul Bukan Milik Saya, Bantul Itu Milik Kita Semuanya

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terlihat menikmati penampilan Kiai Kanjeng Bersama Cak Nun di Lapangan Trirenggo Bantul, Selasa (6/9/2022) malam.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan uraiannya saat acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di Lapangan Trirenggo Bantul, Selasa (6/9/2022) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terlihat menikmati penampilan Kiai Kanjeng Bersama Cak Nun di acara puncak Peringatan 1 Abad PSHT 2022 di Lapangan Trirenggo Bantul, Selasa (6/9/2022) malam.

Baca juga: Bupati Halim Berpesan Kehadiran PSHT Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat Bantul

Baca juga: Bupati Halim Ingin Anak-anak Yatim Piatu di Bantul Bisa Hidup Sejahtera

“Mari dengan sinau bareng ini akan meningkatkan paseduluran kita bersama yang guyup, rukun dan kompak untuk membangun Bantul tercinta,” ucap Bupati Abdul Halim Muslih.

Abdul Halim Muslih menyatakan rasa gembiranya atas kehadiran Cak Nun dengan Kiai Kanjengnya. Ia menyebut, Cak Nun turut mengompakkan masyarakat Bantul melalui permainan yang sangat menarik.

“Kkarena, problem kita hari ini, adalah masalah kekompakkan, persatuan, dan persaudaraan. Mudah-mudahan dengan kita mengikuti Kiai Kanjeng malam ini, kekompakkan masyarakat Bantul semakin mantap,” ujar Abdul Halim.

halim caknun
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mendampingi Cak Nun dan Kiai Kanjeng saat tampil pada acara puncak Peringatan 1 Abad PSHT di Lapangan Trirenggo, Bantul, Rabu (6/9/2022) malam.

Bupati Bantul ini mengakui, bahwa Bantul sedang membutuhkan persatuan, persaudaraan dan keharmonisan. Bahwa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memiliki cita-cita terwujudnya masyarakat Bantul yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.

“Kami punya pengangen-angen di antara perbedaan ini harus dilatih. Perbedaan itu kalau tak diselaraskan, tak ada pendidikan masing-masing untuk memiliki rasa empati ini, keharmonisan juga tak akan muncul. Maka, permainan-permainan seperti ini, ya tidak hanya di panggung, tetapi di dalam kehidupan kita sehari-hari, ini harus terus kita mainkan agar tercipta keharmonisan seluruh warga kabupaten Bantul,” jelas Bupati Abdul Halim.

“Tentu, saya tak mampu untuk mengharmoniskan seluruh masyarakat Bantul. Bantul itu bukan milik saya, tapi Bantul ini adalah milik kita semuanya. Sehingga, masing-masing punya kepentingan, bagaimana Bantul yang besar ini punya keinginan dan kehendak,” sambung orang nomor satu di Kabupaten Bantul ini.

Oleh karenanya, lanjut Halim, bagaimana seluruh masyarakat Bantul kompak dan harmonis untuk mencapai tujuan atau cita-cita bersama, yakni masyarakat Bantul yang harmonis yang sejahtera dan berkeadilan. (ayu)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved