Berita Kriminal Hari Ini

Pembunuh Pelajar SMP Grabag Magelang Divonis 8 Tahun Penjara, Orang Tua Korban Mengaku Tidak Terima

Adanya tuntutan hukuman majelis hakim sebesar 8 tahun tidak diketahui pihak keluarga korban.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Terdakwa anak IA saat menjalani sidang vonis atas kasus pembunuhan berencana di ruang sidang PN Mungkid, Kabupaten Magelang, Selasa (06/09/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kasus pembunuhan berencana yang dilalukan terdakwa IA (15) kepada WHS (13)  pelajar SMP di Grabag, Kabupaten Magelang menjalani sidang vonis, di Pengadilan Negeri (PN) Mungkid, Kabupaten Magelang pada Selasa (06/09/2022).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Mungkid, Kabupaten Magelang yang diketuai Fakrudin Said Ngaji dengan hakim anggota Aldarada Putra dan Alfian Wahyu Pratama menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 8 tahun.

Mendengar jatuhan vonis tersebut,  tangis orang tua korban pun langsung pecah tidak menerimanya.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Grabag Magelang Divonis Hukuman 8 Tahun Penjara

Ibu korban, Trisnawati langsung berdiri, sembari mengatakan, saya tidak terima dengan putusan tersebut.

"Saya ibu korban, saya tidak terima dengan putusan itu. Saya kehilangan anak,"ungkapnya dengan isak tangis.

Kekecewaan keluarga atas putusan hakim pun, membuat Kepala Desa Baleagung, Nur Muhammad Solikhin sekaligus mewakili keluarga mengatakan, vonis hakim sangat mengecewakan.

"Vonis hakim itu sangat mengecewakan, karena harapan kami itu hukum yang diterapkan itu, hukum maksimal. Artinya, jalau tuntutan dia itu undang-undang sampai 10 tahun ya, paling tidak segitu. Karena, ini ada unsur pencuriannya, pembunuhan berencana, dan juga pembunuhan dengan sekeji itu," ujarnya usai sidang vonis di Pengadilan Negeri, Mungkid, Kabupaten Magelang, Selasa (06/09/2022).

Ia menambahkan, adanya tuntutan hukuman majelis hakim sebesar 8 tahun tidak diketahui pihak keluarga.

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Grabag Magelang Digelar Tertutup

"Kami dari pihak keluarga tidak pernah tahu tuntutan itu 8 tahun. Karena, kan sidang ini selalu tertutup. Baru ada bocoran itu, kemarin dari koran atau media. Jadi, ini berangkat baru tahu kok jadi 8 tahun. Agak kecewa itu," ujarnya.

Melihat hasil putusan vonis tersebut, ia menuturkan, pihaknya akan mencoba memusyawarahkan kepada masyarakat dan keluarga korban.

Serta, akan mencoba bertanya kepada kejaksaan negeri terkait putusan tersebut. 

"Ini kami akan bermusyawarah kepada masyarakat dan keluarga korban. Nanti apa yang paling terbaik, itu yang akan kami ambil. Tadi memang kami diarahkan, jika tidak terima dengan tuntutan ini diarahkan kepada kejaksaan untuk bertemu dengan jaksa atau banding ke pengadilan tinggi negeri di Semarang. Tapi, nanti kami musyawarahkan dengan keluarga korban dan juga masyarakat," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved