Berita Kriminal Hari Ini

Modus Dua Pelaku Penimbun BBM Bersubsidi di Klaten, Keliling Pakai Minibus Lalu Beli Solar

Jajaran Polres Klaten mengungkap dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi di Desa Bareng, Kecamatan

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Klaten, Iptu Eko Pujiyanto (dua kiri) bersama Kanit Tipidter, Satreskrim Polres Klaten, Ipda Ardy Nugraha (satu kiri) saat menunjukkan barang bukti yang diamankan di Mapolres setempat, Selasa (6/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten mengungkap dugaan praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang terjadi di Desa Bareng, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dua pelaku diketahui berinisial GAP (32) warga Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring dan WAP (31) warga Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah.

Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten, Ipda Ardy Nugraha mengatakan kedua pelaku ditangkap jajaran Satreskrim Polres Klaten pekan lalu di Desa Bareng.

Baca juga: Dishub DIY Ingatkan Pengguna Sepeda Motor untuk Gunakan Jalur Lambat Saat Melintasi Ringroad

"Awalnya kita mendapat informasi yang mana ada penimbunan BBM bersubsidi, saat ditindaklanjuti di mobil ada 5 jeriken kemudian saat kita kembangkan di gudang ada 16 jeriken isi 30 liter dan totalnya 480 liter," ujarnya saat TribunJogja.com temui di Mapolres Klaten, Selasa (6/9/2022).

Menurut Ipda Ardy, modus yang dilakukan kedua pelaku dalam menimbun BBM bersubsidi itu dengan cara berkeliling membeli solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Klaten.

Kedua pelaku membeli BBM bersubsidi jenis solar itu menggunakan satu unit minibus.

Kemudian, solar yang sudah dibeli itu dipindah ke jeriken yang sudah disediakan di gudang yang ia sewa di Desa Bareng.

"Modusnya dia membeli di SPBU dengan cara biasa menggunakan minibus sesuai batasan maksimal sebesar Rp 200 ribu, lalu pergi ke SPBU lainnya beli lagi, itu solarnya mau diperjualbelikan lagi dengan rekannya di Magelang," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan penimbunan BBM bersubsidi itu dilakukan oleh kedua pelaku sejak dua bulan terakhir. Setiap kali beraksi, pelaku bisa mengambil 8 jeriken solar bersubsidi di tiga SPBU.

"Pihak SPBU tidak tahu, karena mereka (pelaku) dalam mengisi minyak sesuai dengan yang diperbolehkan, sementara belum ada indikasi ke arah SPBU," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved