Berita Kota Magelang Hari Ini

Imbas Kenaikan Harga BBM, Forkam Magelang Minta Kejelasan Soal Kenaikan Tarif Angkot hingga Subsidi

Audiensi dilakukan untuk menuntut perhatian soal kenaikan tarif penumpang serta subsidi imbas dari naiknya harga BBM. 

Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Pelaksanaan audiensi Forkam dengan Dishub Kota Magelang, di kantor Dishub Kota Magelang, Senin (05/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Forum Komunikasi Awak Angkutan Magelang (Forkam) menggelar audiensi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang terkait keresahan akan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ketua Koperasi Pengusaha  Angkutan Kota Magelang, Darsono, mengatakan audiensi dilakukan untuk menuntut perhatian soal kenaikan tarif penumpang serta subsidi imbas dari naiknya harga BBM. 

"Kami masih menunggu surat keputusan (SK) dari Wali Kota soal kenaikan tarif ini. Karena, di lapangan kami  fleksibel masih menggunakan tarif lama untuk pelajar Rp2 ribu, untuk umum Rp4 ribu. Walaupun, praktiknya kami akan tetap mensosialisasikan kenaikan BBM dengan tarif penumpang menjadi Rp5 ribu. Seandainya masyarakat merespon dengan baik ya Alhamdullilah. Jika masyarakat belum bisa menerima ya kami sesuaikan dengan harga lama dulu,"ujarnya usai audiensi di kantor Dishub Kabupaten Magelang Senin (05/09/2022).

Ia menambahkan, dalam audiensi tersebut pihaknya pun mengusulkan untuk kenaikan tarif disesuaikan dengan persentase kenaikan harga BBM. Di mana, harga BBM naik sekitar 30-40 persen.

"Kalau usulan kami sesuaikan dengan naiknya BBM. Sehingga, kami hitung-hitung itu sekitar Rp5.200, tadi kami sampaikan untuk dibulatkan ke bawah mengingat daya beli masyarakat yang masih rendah sehingga mungkin harga tarifnya itu menjadi Rp5 ribu untuk umum, dan Rp3 ribu untuk pelajar,"ucapnya.

Jika harga tarif penumpang tidak dinaikkan, lanjutnya, maka yang terjadi para supir akan menombok. Justru, akan semakin memberatkan.

"Kami memang belum mengkakulasikan besarannya (menombok). Namun, secara umum saja yang dari harga BBM Rp7650 itu putaran bisa 6 kali. Sekarang, mengisi Rp100 ribu belum bisa mendapatkan segitu. Di sisi lain, harga tarif penumpang pun belum bisa menyesuaikan dengan harga BBM, pastinya kami banyak menombokkan,"tuturnya.

Selain menuntut kejelasan harga tarif penumpang, pihaknya juga meminta soal subsidi bagi para pelaku jasa angkutan umum.

Ia mengatakan, dari hasil audiensi tersebut disebutkan Pemerintah Kota Magelang bersedia memberikan subsidi.

Subsidi itu, berbentuk suku cadang mobil angkutan untuk pengusaha. Dan, untuk supir subsidi BBM.

"Kami sangat mengapresiasi adanya skema subisidi ini. Tadi disampaikan subsidi BBM-nya 40 liter untuk per unit diberikan dalam satu bulan, kendepannya kami tidak tahu. Dan, hanya untuk kendaraan yang aktif, saat ini yang aktif sekitar 60 persen, dari total untuk kendaraan angkutan kota itu sebanyak 375 unit dan angkutan perbatasan sekitar 171 unit,"ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved