Berita Bisnis Terkini

UMKM di Yogya Antusias Sambut Transaksi Non Tunai, BI dan RM Wibisono Sosialisasikan QRIS

Sosialisasi peralihan sistem transaksi dari konvensional ke digital perlu dilaksanakan secara masif. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
RM Wibisono di tengah para peserta sosialisasi implementasi sistem pembayaran non-tunai, QRIS, di Kampus UTDI Yogyakarta, Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Sistem pembayaran non tunai, atau cashless menjadi pilihan yang banyak diminati masyarakat di era digital saat ini.

Sosialiasi pun terus digulirkan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai mitra kerja Komisi XI DPR RI.

Terlebih, BI sendiri sudah mempunyai standar kode QR-nya sendiri, berupa QRIS , guna mengintegrasikan seluruh metode pembayaran non tunai di Indonesia.

Demi memperluas daya jangkau QRIS , BI dan DPR RI berupaya mengenalkannya ke kalangan UMKM , di kampus Universitas Teknologi Digital Indonesia (UTDI) Yogyakara , pada Sabtu (3/8/3022) lalu.

Baca juga: Percepat Pulihan Ekonomi, 7 Pasar dan 1 Mal di DI Yogyakarta Siapkan Pembayaran Nontunai Lewat QRIS

Mewakili Ketua Komisi XI DPR RI, RM Wibisono menandaskan, dengan berkembangnya teknologi saat ini, semua transaksi baik perdagangan, toko, warung, tiket wisata, pembayaran tagihan, dan transaksi lainnya dapat dibayarkan melalui aplikasi dari penyelenggara jasa sistem pembayaran.

"Nah, dengan adanya QRIS Bank Indonesia , semua QR dari berbagai aplikasi pembayaran, dapat dibayarkan dengan satu kode QR meski dari Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), yang berbeda-beda, ya," ungkap Wibisono.

Tenaga Ahli Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI tersebut, mengatakan, metode pembayaran QRIS masih terbilang baru dan banyak yang belum memahami tentang QRIS BI.

Alhasil, sosialisasi peralihan sistem transaksi dari konvensional ke digital seperti ini, perlu dilaksanakan secara masif. 

Baca juga: Bank Indonesia Bidik 206 Ribu Pengguna QRIS Baru di DI Yogyakarta Pada Tahun 2022

"Penggunaan QRIS sebetulnya simple dan jika masyarakat sudah mengenal, pasti bakal lebih mudah. Apalagi, ini UMKM , Dengan pakai, QRIS maka pembayaran-pembayaran tidak repot lagi, semua terdata di aplikasi itu," cetusnya.

Seorang peserta sosialisasi QRIS dari UMKM Mekar Abadi, Ayu Sofi, mengapresiasi diadakannya event ini.

Dirinya juga melihat banyak di antara peserta secara usia sudah tua, sehingga memerlukan pendampingan, agar tidak kesulitan mengimplementasi QRIS dalam kegiatan usahanya.

"Pesertanya kebanyakan ibu-ibu, bapak-bapak, ya, dari segi umur sudah cenderung sepuh. Jadi, agak sulit menyesuaikan. Sehingga memang perlu sosialisasi lebih masif, perlu edukasi dengan baik, satu-satu diajari, gitu," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved