Polisi Tembak Polisi

Kejanggalan Pengakuan Putri Candrawathi Dilecehkan di Magelang, Bharada E Sampaikan Motif

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) buka suara soal dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Nanda Sagita Ginting
Tim bareskrim datangi rumah Ferdi Sambo di Magelang, Senin (15/8/2022) 

Tribunjogja.com Jakarta - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) buka suara soal dugaan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi. Dugaan pelecehan seksual itu dialami Putri Candrawathi saat berada di Magelang.

Diduga pelecehan dilakukan almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Joko Sutarman (70), Ketua RT 07/RW 08, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, saat menunjukkan rumah Irjen Ferdy Sambo, Jumat (12/08/2022)
Joko Sutarman (70), Ketua RT 07/RW 08, Dusun Saragan, Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, saat menunjukkan rumah Irjen Ferdy Sambo, Jumat (12/08/2022) (Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting)

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan adanya kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Setidaknya ada tujuh poin yang dinyatakan janggal oleh LPSK.

Pertama, soal kecilnya kemungkinan terjadi peristiwa pelecahan seksual, karena saat kejadian di Magelang saat itu, masih ada Kuat Ma'ruf dan saksi Susi.

"Kan waktu peristiwa itu, yang diduga ada perbuatan asusila itu, itu kan masih ada Kuat Ma'ruf dan Susi, yang tentu dari sisi itu kecil kemungkinan terjadi peristiwa, kalaupun terjadi peristiwa kan si ibu PC masih bisa teriak," kata Edwin saat dikonfirmasi awak media, Minggu (4/9/2022).

Kedua, Edwin menyatakan, dalam kasus pelecehan seksual yang ditangani LPSK erat kaitannya dengan relasi kuasa.

Relasi kuasa yang dimaksud dalam hal ini, yakni sang pelaku lebih tinggi kodratnya dibandingkan korban. Contohnya terjadi kekerasan seksual yang melibatkan guru dengan murid, atau bos dengan staf nya.

"Kedua, dalam konteks relasi kuasa. Relasi kuasa tidak terpenuhi karena J adalah anak buah dari FS (Ferdy Sambo, red). PC adalah istri Jenderal," kata dia

"Ini dua hal yang biasanya terpenuhi dalam kasus kekerasan seksual pertama relasi kuasa kedua pelaku memastikan tidak ada saksi," sambung Edwin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved