Berita Bisnis Terkini

Harga BBM Naik, Supir Becak Motor di Malioboro Dilema

Kebijakan kenaikan harga BBM tersebut menjadi beban berat untuk supir becak motor.

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Ketua Paguyuban Persatuan Becak Motor Yogyakarta, Parmin (tengah) sedang menantikan orderan di Jalan Malioboro bersama rekan-rekannya, Minggu (4/9/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga bahan bakar minyak ( BBM ) di Indonesia telah naik.

Namun, kenaikan tersebut memberikan dampak negatif bagi beberapa masyarakat di Indonesia. 

Satu di antara masyarakat yang turut merasakan dampak negatif tersebut ialah supir becak.

Pasalnya sebagai jasa angkut penumpang dan barang, mereka menggunakan BBM jenis pertalite dengan pertimbangan harga yang murah. 

Baca juga: Harga BBM Naik, Organda DIY Naikkan Tarif Sewa dan Tiket Mulai 18 hingga 22 Persen

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Persatuan Becak Motor Yogyakarta, Parmin.

"Tapi sejak harga pertalite naik, kami dari becak motor merasa tercekik saat mencari nafkah. Karena kami dari Becak Motor terkadang sehari tidak narik penumpang, tapi bensinya (BBM) sudah terkuras di perjalanan," ucapnya kepada Tribunjogja.com di Jalan Malioboro , Minggu (4/9/2022) siang.

Menurutnya, kebijakan kenaikan harga BBM tersebut menjadi beban berat untuk mereka.

Sebagai contoh ia menjabarkan dalam satu hari dapat menghabiskan dua liter BBM jenis pertalite , di mana satu liter di gunakan untuk pulang pergi dan satu liter lagi dipergunakan untuk keperluan mengantar penumpang atau berkeliling mencari penumpang di sekitar Malioboro

Kini, para sopir becak motor di Malioboro turut merasa dilema.

Pasalnya, apabila harga jasa trasportasi itu dinaikkan akan berimbas kepada penurunan jumlah penumpang. 

Baca juga: Harga BBM Naik, Komunitas Ojol di DIY Desak Aplikator Naikkan Tarif 

"Sekarang hari libur saja penumpang sepi. Kalau biasanya, waktu hari libur, satu hari bisa menarik empat kali. Tapi, untuk harga satu kali tarikan becak masih saja banyak yang nawar," terangnya. 

Maka dari itu, ia berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan solusi yang baik dari adanya kenaikan harga BBM yang berlangsung pada saat ini.

"Kami nggak mungkin beralih ke becak onthel lagi. Apalagi usia saya yang sudah tua jadi, fisik saya tidak mendukung," sambungnya. 

Ia berharap, ke depan, pemerintah lebih dapat memperhatikan kondisi di lapangan mengenai kenaikan harga BBM .( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved